RADARSOLO.COM-Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Kabupaten Wonogiri terus menguat.
Namun hingga kini, realisasinya masih menunggu keputusan dari PT PLN Indonesia Power.
Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri FX Pranata menjelaskan, proyek tersebut rencananya dibangun di wilayah Desa Boto, Kecamatan Baturetno dengan sistem terapung di atas genangan Waduk Gajah Mungkur (WGM).
“Iya, dari Indonesia Power kan itu. Sebelumnya juga sudah ada sosialisasi,” ujar Pranata, Selasa (8/7/2025).
Meski begitu, Pemkab Wonogiri belum dapat memastikan kapan proyek ini dimulai karena masih menunggu keputusan dari pihak Indonesia Power.
PLTS terapung ini diperkirakan dapat menghasilkan daya hingga 100 megawatt.
Menurut Pranata, Pemkab telah memfasilitasi audiensi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai rencana tersebut.
“Sudah ada sosialisasi yang dilakukan,” katanya.
Sempat Ditolak Sejumlah Nelayan
Catatan radarsolo.com, sosialisasi dan konsultasi publik telah digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri pada Mei 2025 lalu.
Namun dalam forum itu, beberapa warga—khususnya nelayan—menyuarakan penolakan.
Mereka khawatir proyek PLTS akan menutup area genangan yang selama ini menjadi lokasi mencari ikan saat musim kemarau.
Menanggapi hal tersebut, Pranata menyebut bahwa dalam diskusi telah disampaikan kemungkinan PLTS terapung bisa sekaligus menjadi lokasi pemijahan ikan.
“Saat diskusi itu (alasan warga) disampaikan bisa jadi bahan pertimbangan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Pemkab Wonogiri terbuka untuk menggelar sosialisasi lanjutan apabila dibutuhkan.
“Jika nanti memang dirasa perlu bisa saja (ada sosialisasi lanjutan),” pungkasnya. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono