Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Balai Desa Watangrejo Pracimantoro Wonogiri Dikepung Warga Gara-gara Omongan Kades, Begini Kronologinya

Iwan Adi Luhung • Jumat, 11 Juli 2025 | 00:33 WIB
Warga memenuhi Balai Desa Watangrejo, Pracimantoro, Wonogiri guna meminta klarifikasi kades setempat, Kamis (10/7/2025).
Warga memenuhi Balai Desa Watangrejo, Pracimantoro, Wonogiri guna meminta klarifikasi kades setempat, Kamis (10/7/2025).

RADARSOLO.COM - Balai Desa Watangrejo, Pracimantoro, Wonogiri, digeruduk warga, Kamis (10/7/2025).

Mereka mencari Hermadi, kepala desa (kades) setempat. 

Anto, salah satu warga mengatakan, beberapa hari lalu pemerintah desa setempat mengadakan rapat bersama para RT dan RW.

Saat itu, Kades Hermadi melontarkan ucapan kasar di di dalam forum.

Menurut Anto, kades mengaku tidak terima jika ada warganya yang terprovokasi bakal ada bedol desa karena pabrik semen.

Yang memprovokasi, hal itu disebut Hermadi bodoh, begitu pula dengan warga yang terprovokasi.

"Itu sampai ke telinga warga. Semalam warga kumpul dan sepakat mendatangi balai desa untuk meminta klarifikasi pak kades," kata dia.

Warga akhirnya menggeruduk balai desa setempat. "Ditemui (Kades Hermadi) dan tadi juga memberikan klarifikasi," kata dia.

Di hadapan warga, lanjut Anto, pernyataan kades Hermadi tak merujuk salah satu warga.

Kades awalnya mendapatkan informasi jika ada yang menyatakan akan bedol desa saat pabrik semen didirikan dan membuat resah.

Orang yang menyatakan bahwa akan ada bedol desa dan warga yang terprovokasi disebut bodoh.

Baca Juga: Modus Beli Sayur, Nenek 72 Tahun di Sragen Jadi Korban Pencurian: Emas dan Uang Jutaan Rupiah Raib

"Ternyata begini, warga itu ada yang jagongan. Mbayangke, misal pabrik semen berdiri lalu ada polusi, nanti yang kuat tetap bertahan, yang tidak kuat pergi. Lama-lama jadi bedol desa istilahnya. Nggak ada yang memprovokasi, warga berasumsi sendiri," papar Anto.

Dalam momentum itu, Kades Hermadi juga telah meminta maaf kepada masyarakat.

Yang disayangkan warga, kades mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.

Selain itu, saat bertemua kades, warga menyampaikan beberapa hal hingga akhirnya merembet ke penolakan pendirian pabrik semen di sana.

"Warga meminta desa berdiri bersama warga. Pak kades dan jajaran juga foto bersama warga yang menyatakan menolak pabrik semen. Juga menolak pembelian tanah dari perusahaan semen. Tadi dikabulkan meski alot juga," kata dia.

Selain itu, imbuh Anto, kades juga bakal berupaya menghubungkan perwakilan warga untuk bisa beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah terkait penolakan industri semen.

Kades Hermadi saat dihubungi awak media mengamini bahwa dia didatangi warganya di balai desa. Menurut dia, perkara itu telah selesai.

"Gini lho, kan ada informasi kalau pabrik semen berdiri kan ada bedol desa. Kalau bedol desa kan berlebihan, memang saya menyatakan kalau yang bilang pabrik berdiri lalu bedol desa (maaf) pekok. Saya tidak menyebut nama. Tapi sudah (selesai masalahnya)," kata dia.

Disinggung soal ajakan warga yang mengajak kades untuk menolak pendirian pabrik semen dan pembelian tanah untuk pabrik semen, Hermadi mengatakan jika warga memang menolak pembelian tanah dipersilakan.

"Memang saya mau memfasilitasi untuk menghadap Pak Gubernur. Yang menolak ya ndak papa, mendukung juga hak warga," ucapnya.

"Kalau lahan kan tergantung warganya, kalau saya melarang lalu warga mau menjual, ya bagaimana. Intinya sudah selesai," kata dia. (al/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#dikepung #kades #watangrejo #pracimantoro #digeruduk #warga #wonogiri #balai desa #hermadi