RADARSOLO.COM-Bupati Wonogiri Setyo Sukarno angkat bicara soal rencana proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di genangan Waduk Gajah Mungkur (WGM), Desa Boto, Kecamatan Baturetno.
Menurut Setyo, secara formal, PT PLN Indonesia Power telah berkoordinasi dengan Pemkab Wonogiri terkait pendirian PLTS di masa pemerintahan Bupati Joko Sutopo.
"Sampai saat ini (masa kepemimpinan Setyo Sukarno) belum ada dari PLTS yang bertemu dengan kami. Progresnya seperti apa, saya tidak tahu," ujar Setyo saat ditemui Kamis (10/7/2025).
Diketahui, nelayan di wilayah Desa Boto Kecamatan Baturetno sempat waswas dengan kehadiran PLTS di genangan WGM.
Sebab mereka khawatir kesulitan menangkap ikan saat kemarau karena titik berkumpulnya ikan dibangun PLTS.
Terkait itu, Setyo menuturkan pihaknya siap memfasilitasi mediasi.
Meski sampai saat ini dia belum bertemu langsung dengan pihak yang bakal mendirikan PLTS terapung.
"Kalau secara pemerintahan mungkin sudah dilakukan saat masa pemerintahan Pak Jekek (sapaan akrab Joko Sutopo). Tapi saat ini belum ada kabar terbaru," beber dia.
Meski demikian, Setyo juga telah mendengar informasi bahwa sosialisasi terkait PLTS sudah dilakukan di sejumlah wilayah.
Seperti di Desa Boto dan Desa Kedungombo di Kecamatan Baturetno.
Disinggung soal apakah akan ada sosialisasi lanjutan dengan skala besar seperti pada 2023 lalu di pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Setyo menuturkan pihaknya akan melihat terlebih dahulu progres yang ada.
Baca Juga: Bupati Boyolali Bantah Ada Kewajiban Beli Seragam SMP lewat Sekolah
"Jika dirasa perlu, maka bisa ada sosialisasi. Sebab informasi yang saya dengar sudah ada sosialisasi yang dilakukan," jelasnya.
"Termasuk membahas soal kompensasi yang dilakukan, termasuk jalan dan lainnya. Tspibsekali lagi, kami baru memdengar informasi itu, belum ada pertemuan formal saat pemerintahan kami," imbuh Setyo.
Lalu apa untung rugi semisal berdiri PLTS di wilayah tersebut?
Bupati menuturkan, salah satu keuntungannya adalah didapatkan suplai energi listrik dari PLTS.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, PLTS terapaung itu diproyeksikan bisa menghasilkan listrik hingga 100 mega watt.
Sementara ruginya, yang merasakan masyarakat. Khususnya bagi nelayan yang berpotensi kesulitan mencari ikan karena ikan bersembunyi di bawah PLTS.
"Lahan yang dibutuhkan kami belum bisa matur. Kita tunggu saja informasi lebih lanjut," pungkas Setyo. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono