RADARSOLO.COM - Sejumlah SD negeri di Solo Raya minim pendaftar. Bahkan ada yang tidak mendapatkan murid baru.
Fenomena serupa terjadi di Wonogiri. Dampaknya, belasan SD negeri akan di-regrouping alias digabung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri Sriyanto mengatakan, ada beberapa SD yang minim pendaftar.
Bahkan ada SD yang tak ada pendaftarnya sama sekali pada tahun pelajaran 2025-2026.
"Kita buat kajian untuk regrouping. Konsep sementara, kita akan regrouping di lokasi sekolah yang berdekatan," ujar Sriyanto di Kantor DPRD Wonogiri, Selasa (15/7/2025).
Sekolah yang minim murid akan dipindahkan ke sekolah berdekatan dan masih bisa menampung siswa.
"Untuk sementara ini rencananya ada 11 SD negeri (akan di-regrouping)," kata dia.
Disinggung soal sekolah mana saja yang akan diregrouping, Sriyanto belum memaparkannya.
Sebab, pihaknya masih melakukan kajian.
Lalu bagaimana dengan nasib guru di SD negeri yang di-regrouping?
"Gurunya redistribusi di sekitarnya, nggak jauh. 11 sekolah itu semua siswanya di bawah 30 anak. Dan setiap sekolah ada kelompok kelas yang kosong. Ini juga untuk efektivitas pelayanan dan dekat dengan sekolah lain," urai Sriyanto.
Baca Juga: Motor Tabrak Mobil di Perempatan Tugu Jagung Boyolali, Dua Remaja Luka Serius
Ditambahkan kadisdikbud Wonogiri, ada juga sekolah di pelosok yang minim murid dan jauh dari sekolah lain tapi tidak di-regrouping.
Mengingat sekolah itu adalah pelayanan dan kewajiban negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Konsepnya sekolah yang berdekatan. Tak terbatas wilayah administrasi baik kecamatan atau desa. Tapi berdekatan, ada jarak yang kami perhitungkan. Rencananya itu (11 SD diregrouping) tahun ini," pungkas dia. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono