RADARSOLO.COM-Pemkab Wonogiri menyebut sebagian warga Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) BPJS Kesehatan yang kehilangan akses BPJS Kesehatan gratis bakal mendapatkan akses kembali.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan akan ada solusi dari Kementerian Sosial (Kemensos) terkait adanya puluhan ribu warga yang kehilangan akses BPJS Kesehatan gratis.
Pihaknya meng-entry data warga penerima manfaat yang dicoret dari kepesertaan PBI JK.
Informasi itu didapat saat bupati dan kepala Dinsos Wonogiri bertandang ke Kemensos baru-baru ini.
Meski demikian, belum bisa dipastikan berapa warga yang akan dipulihkan kepesertaannya.
"Jumlahnya belum pasti berapa. Tapi akan ada yang aktif kembali," ujar Setyo baru-baru ini.
Bupati Setyo menuturkan, Pemkab Wonogiri akan melakukan pembahasan lebih lanjut terkait warga yang tidak masuk dalam kepesertaan PBI JK BPJS Kesehatan.
Termasuk menghitung kebutuhan anggaran jika biaya kepesertaan mereka ditanggung APBD Wonogiri.
"Kalau dihitung-hitung memang sangat berat dengan kondisi fiskal kami. Mungkin kita juga akan selektif untuk pengaktifan kembali. Kita akan berhitung kembali bagaimana kemampuan APBD kita," papar Bupati.
Setyo menuturkan, sudah ada pengecekan yang dilakukan Kemenko PMK bersama anggota DPRD dan Dinsos Wonogiri di lapangan.
Itu guna melihat kondisi sejumlah masyarakat penerima manfaat PBI JK yang tercoret dari kepesertaan.
Baca Juga: Hegemoni Sambernyawa, Suporter Persis Solo Siapkan Acara Menarik Sepekan Sebelum Kickofff Liga 1
Hasilnya, warga itu dinilai masih layak mendapatkan bantuan PBI JK di luar desil 1-5 yang menerima bantuan tersebut.
"Ini kan tidak masuk warga yang masuk desil 6-10. Padahal ternyata saat dicek Kemenko PMK bersama teman-teman anggota DPRD dan Dinsos masih banyak yang layak untuk mendapatkan PBI JK," beber Setyo.
Setyo mengaku mendapatkan sejumlah keluhan dari warga yang sebelumnya penerima manfaat, kemudian tak bisa mengakses BPJS Kesehatan.
Utamanya dari warga yang rutin menjalani pemeriksaan dan mendapatkan layanan kesehatan karena sakit jantung hingga cuci darah.
Sebelumnya diberitakan, 36.910 orang warga PBI JK BPJS Kesehatan dinonaktifkan kepesertaannya. Mereka tak bisa mengakses layanan kesehatan secara gratis.
Para anggota DPRD Wonogiri juga menerima keluhan warga.
Komisi IV DPRD Wonogiri mengkaji skema untuk pembiayaan jaminan kesehatan bagi masyarakat di luar pembiayaan APBD.
Salah satu skema pembiayaan yang rinilai bisa dilakukan adalah lewat corporate social responsibility (CSR). (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono