RADARSOLO.COM- Pecinta lagu jawa pasti tak asing dengan Kusuma Wijaya
Lagu tersebut diciptakan Rendra Kemanaea, warga Desa/Kecamatan Eromoko Wonogiri dan dinyanyikan Pawestri, sang istri.
Matahari masih tinggi saat radarsolo.com tiba di kediaman Rendra, Rabu (13/8/2025).
Pria bernama asli Narendra Adhi Luhung itu baru saja berkutat dengan paket belanja online yang baru tiba di rumahnya.
"Habis unboxing paketan mas, monggo duduk dulu," kata Rendra ramah.
Mata radarsolo.com kemudian tertuju kepada tanaman bonsai yang tersusun di sejumlah pot. Menjadikan teras dan halaman rumah tambah estetik.
Rendra kemudian memesan minuman dingin dan juga camilan.
Tempe goreng, rondo royal dan es teh menemani percakapan.
Ya, Kusuma Wijaya sedang ramai di-cover alias dinyanyikan ulang oleh sejumlah penyanyi kenamaan.
Mulai dari Eny Sagita, Niken Salindry, Silvy Kumalasari dan sederet penyanyi lainnya.
Video-video cover lagu itu sudah dilihat jutaan kali.
"Ya memang betul saya yang menciptakannya. Banyak kok mas yang tidak percaya," kelakar Rendra.
Baca Juga: Dari Iseng Jadi Bisnis, Roosdin Bawa Anggrek Bulan Solo ke Kelas Premium
Rendra punya darah seni. Ibunya dulu adalah seorang penyanyi campursari dan keroncong.
Dia juga menikah dengan Nugraha Pawestri, yang juga merupakan sinden.
Rendra tak menyangka lagu ciptaannya bakal di-cover oleh sejumlah penyanyi top.
Dia juga kaget saat awal-awal ada pihak manajemen dari sejumlah penyanyi top menghubunginya untuk meminta izin membawakan lagu Kusuma Wijaya.
Rendra menceritakan, lagu itu sebenarnya sudah dirancang sejak 2022. Namun, saat itu belum diberi judul.
"Struktur lagunya sudah ada. Belum ada judulnya," terangnya.
Nada bicara Rendra tiba-tiba berubah saat menceritakan awal mula terciptanya Kusuma Wijaya.
Suaranya menjadi lebih berat. Seperti ada sesuatu yang sangat berharga tapi kini telah tiada.
Rupanya,Kusuma Wijaya diciptakan untuk Soeraya Puja Sihnarukti, putrinya yang lahir pada 17 Februari 2022.
Namun, Tuhan berkendak lain. Sang putri meninggal dunia saat berusia hampir 7 bulan, tepatnya pada 2 September 2022.
"Putri saya sakit. Jantung bawaan. Baru tahu saat kita periksakan di Semarang, tempat istri saya," kata Rendra tercekat.
Kala itu, Rendra dan Pawestri sangat terpukul. Kenangan saat Soeraya Puja Sihnarukti sudah bisa mulai memiringkan tubuhnya, masih lekat diingatannya.
Namun lagu yang sebelumnya sudah dibuat untuk putri mereka tetap abadi.
Baca Juga: Kisah Haru Supatmi, 34 Tahun Jadi Honorer di Klaten Akhirnya Diangkat PPPK Jelang Dua Tahun Pensiun
Rendra kemudian mengubah sejumlah lirik dari lagu dari yang sebelumnya bermakna bunga mawar.
Hingga akhirnya lirik lagu Kusuma Wijaya itu telah akrab di telinga pecinta lagu Jawa.
Sayangnya, lirik lagu awal yang ditulis di buku sudah hilang.
"Kusuma wijaya itu bunga cinta. Bunganya Prabu Kresna yang bisa menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal. Kalau bisa hidup lagi, sebenarnya seperti itu lagunya, perasaan saya kepada anak saya," papar Rendra.
Lagu itu tak langsung direkam. Namun hanya dibawakannya saat bermain gitar di tongkrongan bersama teman-temannya.
Hingga akhirnya, beberapa bulan lalu lagu itu digarap. Direkam dan masih menjadi konsumsi pribadi dan teman-temannya.
"Kemudian Mas Risang (Risang Gotho, pencipta lagu dari Wonogiri) mendorong untuk mengunggah lagu. Katanya kan tidak habis dimakan zaman, ada dokumentasi karya saat muda," kata dia.
Rendra dan istri kemudian mengunggahnya ke sejumlah platform. Dari Youtube, TikTok dan Instagram. Dan ternyata lagunya 'meledak'.
Para penyanyi yang meng-cover lagu itu juga tak ada yang mengetahui cerita di balik lagu tersebut.
Lagu itu kini menjadi salah satu tanda cinta Rendra dan Pawestri kepada sang anak.
Lunging mekar lan semi
Puspita ing taman sari
Manglung manungsung wengi
Kalawan wulane ndadari
...
"Ini nanti juga mau niliki gendhuk (ziarah ke makam putrinya. Habis ada tanggapan, (uangnya) buat beli bunga. Rezekinya gendhuk. Tidak bawa apa-apa, bawa bunga," pungkas Rendra. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono