RADARSOLO.COM – Setelah melalui serangkaian penyelidikan, akhirnya pelaku pembuang bayi di Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri terungkap.
Yang bikin miris, pelaku pembuang bayi masih berstatus pelajar.
Adalah, Clara (bukan nama sebenarnya) dan baru berusia 16 tahun warga Kecamatan Giriwoyo.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menjelaskan, hasil penyelidikan ada warga curiga dengan kondisi fisik anak di bawah umur yang tak lain adalah Clara.
Setelah dicecar pertanyaan, Clara akhirnya mengaku telah membuang bayinya.
Dia melahirkan bayinya di kamar mandi rumahnya tanpa bantuan orang lain.
Karena panik ketahuan keluarga, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut dibuang di saluran air.
“Saat ini pelaku sedang dimintai keterangan secara intensif di Mapolres Wonogiri. Kami berencana melakukan tes DNA untuk memastikan bahwa itu anak pelaku,” urai kapolres.
Lalu siapa laki-laki yang menghamili Clara?
Tak kalah mengejutkan, laki-laki itu tak lain adalah pacar Clara yang sama-sama pelajar tapi beda sekolah.
Saat ini siswa tersebut sedang menempuh praktik kerja lapangan (PKL) di luar kota.
Diberitakan sebelumnya, bayi laki-laki ditemukan sudah menjadi mayat di Dusun Canthel, Desa Pidekso, Giriwoyo, Wonogiri, Rabu (20/8/2025).
Awalnya, pada Selasa (19/8/2025) sore, Purwanto, 61, warga setempat, menyangka mayat tersebut adalah boneka.
Baru keesokan harinya, Rabu (20/8/2025) pagi, benda yang tadinya disangka boneka tersebut dipastikan mayat bayi.
Itu setelah Purwanto, mendapati benda tersebut dikerubuti lalat.
Muncul banyak spekulasi asal mula mayat bayi bisa sampai di tepi saluran air di Dusun Canthel, Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo.
Diduga, bayi malang itu dihanyutkan dari hulu saluran air selebar satu meter dan kedalaman lebih dari satu meter.
Hal tersebut mengingat, pada Selasa pagi hingga siang, Purwanto dan istrinya yang menunggu padi dari serangan hama di gubuk, tidak mendapati benda mencurigakan.
“Saya tadi ngobrol dengan warga saya itu. Katanya pagi sampai siang di dia tidak melihat adanya mayat bayi tersebut,” kata Widodo, kepala Desa Pidekso.
“Siangnya kemarin kan hujan deras. Air di saluran kan naik. Kemungkinan bayi itu hanyut dari atas. Air di saluran itu dari arah utara. Dari Dusun Kandangan dan sekitarnya dan bermuara di Waduk Pidekso,” lanjut dia.
Lebih jauh, Widodo mengatakan, indikasi bahwa bayi itu hanyut dari hulu juga terlihat dari beberapa bagian kulit bayi yang mengalami luka lecet.
“Mungkin dibuang di sisi atas saluran pas hujan terus hanyut dan kemudian nyangkut di dekat gubuk warga saya,” ungkap Widodo.
“Mungkin pas hanyut kena tanaman di tepi saluran air hingga mbaret-mbaret kulitnya. Ini cuma perkiraan saya lho. Kan pagi nggak ada. Lalu siang hujan. Terus sorenya ada bayi yang dikira boneka,” tambahnya. (aw)
Editor : Tri wahyu Cahyono