Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kronologi Anak-anak Bawah Umur di Wonogiri Diamankan Polisi karena Diduga Hendak Lemparkan Bom Molotov ke Gedung DPRD

Iwan Adi Luhung • Selasa, 2 September 2025 | 01:21 WIB
Anak-anak yang hendak berbuat anarkistis dipertemukan dengan orang tua mereka di Mapolres Wonogiri, Senin (1/9/2025).
Anak-anak yang hendak berbuat anarkistis dipertemukan dengan orang tua mereka di Mapolres Wonogiri, Senin (1/9/2025).

RADARSOLO.COM - Wonogiri ternyata tak luput dari sasaran aksi anarkistis.

Yang lebih membuat miris, terduga pelakunya adalah anak-anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA/SMK.

Hasil penyelidikian polisi, mereka telah menyiapkan bom molotov.

Targetnya adalah gedung DPRD dan Mapolsek Wonogiri Kota.

Baca Juga: 8 Anak Bawah Umur di Wonogiri Diamankan Polisi, Bawa Molotov, Diduga Hendak Dilemparkan ke Gedung DPRD dan Polsek Wonogiri Kota

Adapun delapan anak yang diamankan adalah N, Dz, De, Da, Di, A, L, dan H.

Mereka berasal dari Kecamatan Wonogiri Kota dan Ngadirojo. 

Kapolres Wonogiri AKPB Wahyu Sulistyo mengatakan, pihaknya melakukan upaya untuk menjaga kamtibmas.

Termasuk melakukan pencegahan adanya aksi anarkistis di tengah situasi nasional yang sangat dinamis.

Anak-anak di bawah umur itu diamankan saat mereka berkumpul pada Minggu (31/8/2025).

Sebagian dari mereka bleyer-bleyer sepeda motor di tempat umum.

"Setelah kami selidiki, anak-anak ini ternyata akan berbuat yang tidak semestinya," ujar Wahyu.

Pasca pengamanan anak-anak bawah umur, polisi berkoordinasi dengan orang tua, sekolah, serta forkompimda.

"Hari ini forkompimda bekerja sama melakukan pembinaan kepada anak di bawah umur. Semoga bisa dilakukan pembinaan agar mereka menjadi lebih baik," beber kapolres.

Kapolres juga mengimbau pedagang bahan bakar minyak (BBM) eceran untuk tidak melayani pembeli yang mencurigakan.

Apalagi jika ada potensi BBM digunakan untuk membuat barang berbahaya. 

Ditambahkan kapolres, delapan anak itu akan mendapatkan pembinaan di rumah rehabilitasi sosial Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri untuk beberapa waktu ke depan.

Sementara itu, Wabup Wonogiri Imron Rizkyarno di Mapolres Wonogiri mengatakan, Pemkab berterima kasih kepada TNI-Polri yang telah bersinergi menciptakan kamtibmas yang kondusif.

"Setelah ini pembinaan kepada anak-anak. Untuk waktunya kami koordinasikan, apakah sepekan atau dua pekan. Yang terpenting tidak mengganggu efektivitas belajar anak," papar dia.

Imron menegaskan, anak-anak akan dibina agar menjadi lebih baik. Sekaligus mencegah terulangnya perbuatan negatif.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono menjelaskan, anak-anak perlu dibentengi dari kelompok yang mencoba memanfaatkan untuk bertindak negatif. 

"Dengan ini, anak yang lain pasti berpikir kalau mau melakukan hal serupa. Harapan kita, ini tidak membesar," kata dia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri Tjut Zelvira Nofani menambahkan, anak-anak itu harus dibina. Hal itu supaya ada efek jera.

"Biar tidak terulang lagi. Sekaligus digali potensi keahliannya. Kita bina di situ supaya lebih baik lagi," kata dia.

Wakil Ketua DPRD Wonogiri Suryo Suminto juga mengajak masyarakat Wonogiri untuk tidak terprovokasi. 

"Masyarakat jangan terprovokasi dan tetap jaga kondusivitas," kata dia.

Di tempat yang sama, Sekda Wonogirj FX Pranata memastikan bahwa rumah rehabilitasi sosial Dinsos Wonogiri telah siap digunakan untuk pembinaan delapan anak itu. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kronologi #diamankan #Bom Molotov #polisi #dprd #anak bawah umur #wonogiri #anarkistis