RADARSOLO.COM - Entah dari mana anak-anak di bawah umur ini belajar menyusun rencana untuk membuat rusuh wonogiri.
Layaknya orang yang sudah ahli, anak usia SMP dan SMA/SMK tersebut berbagi peran.
Diketahui, Polres Wonogiri mengamankan 8 anak di bawah umur, Minggu (31/8/2025).
Mereka disebut berniat melakukan aksi anarkistis dengan melemparkan bom molotov ke Kantor DPRD Wonogiri dan Polsek Wonogiri Kota.
Delapan anak yang diamankan adalah N, Dz, De, Da, Di, A, L, dan H.
Mereka berasal dari Kecamatan Wonogiri Kota dan Ngadirojo.
Berbagi Peran Layaknya Pelaku yang Sudah Profesional
Yang bikin miris, anak-anak itu punya peran masing-masing.
N disebut menjadi provokator untuk mengikuti demo di Solo pada 30 Agustus 2025 lalu dan berlanjut di Wonogiri sehari kemudian.
Dia juga yang membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk pembakaran gedung DPRD Wonogiri dan Polsek Wonogiri Kota.
N pula yang menyarankan penggunaan kacamata renang untuk menghindari gas air mata saat demo di Solo.
Adapun Dz membuat bom molotov. Benda berbahaya itu hendak dipakai untuk demo pada 29 Agustus 2025 di Solo.
Namun, Dz tak jadi berangkat ke Solo setelah dilarang temannya.
Satu bom molotov buatan Dz akan dilemparkan ke Polsek Wonogiri Kota.
Sedangkan De disebut punya peran mengajak temannya untuk berdemo dan menyerang polsek via WhatsApp Group (WAG).
Sementara Da sempat berangkat demo di Kota Solo pada 30 Agustus 2025.
Namun setibanya di lokasi, massa sudah bubar.
Da turut menggeber motor bersama temannya dan mengajak untuk ikut aksi di Solo dan Wonogiri.
Sedangkan Di disebut melakukan ujaran kebencian.
Yakni dengan membuat status di WhatsApp yang disinyalir berisi ujaran kebencian terhadap institusi kepolisian.
Adapun A diduga mengganggu ketertiban dan keamanan karena turut mengajak ikut terjun aksi di Solo.
L disebut juga ikut berangkat ke Solo. Dia juga menggeber sepeda motor di area jalan lingkar kota (JLK). Hal serupa dilakukan D.
Kini, 8 anak bawah umur tersebut akan menjalani pembinaan di rumah rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono