RADARSOLO.COM–Sudah empat hari berlalu sejak Senin (1/8/2025), namun keberadaan sopir mobil operasional Bank Jateng Wonogiri yang diduga membawa kabur uang Rp 10 miliar, belum ditemukan.
Terbaru, anggota Polresta Solo menemukan mobil Avanza Veloz nomor polisi H 1959 UF di lahan kosong Perum Puri Gajah Permai, Colomadu, Karanganyar.
Apakah itu mobil operasional Bank Jateng Wonogiri yang bawa uang Rp 10 miliar? Hal tersebut masih menjadi teka-teki.
Konfirmasi radarsolo.com kepada pihak Bank Jateng Pusat Semarang tak berbalas.
Enggan menyerah, radarsolo.com menggali informasi dari berbagai sumber terkait identitas sopir Bank Jateng Wonogiri.
Akhirnya diperoleh informasi seorang pria berinisial A.
Sumber radarsolo.com mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, A tak terlihat di rumahnya.
Diketahui, A berdomisili di wilayah Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri Kota.
"Kalau kegiatan sosial seperti arisan sampai dengan ronda, ikut dia (A)," ujar sumber tersebut, Jumat (5/9/2025).
Menurut dia, A merupakan warga kelahiran Yogyakarta.
Namun berdasarkan alamat di KTP, A tinggal di wilayah Kelurahan Kedungrejo, Kecamatan Nguntoronadi.
Dan sejak beberapa tahun terakhir, A sudah tinggal di kawasan Kelurahan Giriwono.
"Kalau Nguntoronadi itu alamat asli istrinya," kata dia.
Keseharian A seperti warga pada umumnya. Istrinya dikenal sebagai driver ojek online (ojol) dan juga berjualan di online shop.
"Di rumah tinggal bersama istri dan anaknya. Yang satu keponakan atau anaknya saya kurang paham," ungkapnya.
Sumber radarsolo.com mengaku kerap berinteraksi dengan A.
Kali terakhir sekitar sepekan lalu. Saat itu, A menanyakan soal teknis pentas wayang orang dan jalan santai yang digelar wilayah setempat untuk memperingati HUT ke-80 RI.
"Itu saat Solo ada bakar-bakar itu lho. Tanya apa kegiatannya jadi. Ya tetap jadi, saya jawab begitu," ujar dia.
Desas-desus soal A yang membawa kabur mobil operasional Bank Jateng Wonogiri berisi uang Rp 10 miliar sudah beredar di tengah masyarakat sejak Senin (1/9/2025) sore.
Awalnya, sumber radarsolo.com tak percaya dengan kabar tersebut.
Namun pada Selasa (2/9/2025) dia bertemu dengan teman-temannya menceritakan hal yang sama.
"Kebetulan saya makan di warung ketemu teman-teman. Kaget juga saya. Kok nekat," ucapnya.
Beberapa waktu lalu, saat bapak-bapak setempat berkumpul di pos ronda, sempat membahas soal lika-liku kehidupan.
Salah satunya membahas soal gaji para bapak-bapak di sana. A juga ikut nimbrung.
Ada warga yang merupakan tenaga honorer menceritakan gajinya.
Meski gaji sedikit, mereka tetap merasa gagah karena bekerja dengan mengenakan seragam.
A juga sempat ditanya soal gaji yang diterima dan menyebutkan nominal sekira Rp 3 juta per bulan.
Itu juga habis untuk keperluan keluarga seperti membeli susu dan lainnya.
Ada juga candaan yang dilempar warga bahwa A sering membawa uang karena tugasnya sebagai driver bank.
"Gojekane (candaannya) begitu. Katanya ya duite mung nyawang tok (uangnya cuma bisa dilihat)," kata dia.
Masih menurut sumber itu, beberapa hari belakangan, area di sekitar rumah A kerap didatangi orang tak dikenal.
Diduga, mereka adalah petugas yang nyanggong A.
Selain itu, pengamanan yang dilakukan oleh warga juga diperketat usai keluarnya imbauan pengaktifan siskampling atas dinamika yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.
"Warga kan tahu mana yang orang sini dan yang bukan. Dapat info juga saya. Mungkin lagi nyanggong atau apa," jelasnya.
Sebelum bekerja di Bank Jateng Wonogiri, A dikenal pernah bekerja di salah satu sekolah di Kecamatan Wonogiri Kota.
Berdasarkan informasi, A pernah bertugas sebagai honorer TU lalu menjadi driver sekolah tersebut.
Sementara itu, saat sejumlah awak media mendatangi rumah A, nampak jendela rumah itu terbuka.
Di dalamnya ada alat isi ulang air mineral serta spanduk terapi pijat.
Sumber radarsolo.com mengatakan, terapi memang dilakukan di rumah A. Tapi terapisnya bukan A ataupun istrinya.
"Manggil orang. Cuma buka disitu," kata dia.
Rumah yang ditempati A memiliki 2 lantai dan telah ditempati sejak 5 tahun lalu.
Sepengetahuan sumber radarsolo.com, rumah itu dibeli oleh A namun belum lunas.
Ditambahkannya, A dua kali menikah. Dengan istri yang pertama punya anak 1, dan dari pernikahan kedua punya 2 anak.
Di bagian lain, sumber radarsolo.com di wilayah Nguntoronadi mengatakan, A tercatat sebagai warga Kelurahan Kedungrejo.
Namun, yang asli warga setempat adalah istrinya. "Kalau aslinya dia Yogyakarta infonya," tuturnya.
Sumber radarsolo.com di Nguntoronadi jarang bertemu dengan A.
Kali terakhir saat adanya peringatan meninggalnya ayah mertua A.
"Sudah lama. Infonya domisili di Giriwono, Kecamatan Wonogiri Kota," pungkas sumber tersebut. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono