RADARSOLO.COM-Ratusan murid di Wonogiri diduga mengalami keracunan akibat menu makan bergizi gratis (MBG).
Satu orang pelajar disebut-sebut harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Informasi yang dihimpun radarsolo.com, dugaan keracunan terjadi di sejumlah sekolah di Wonogiri. Salah satunya di SMAN 2 Wonogiri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 2 Wonogiri Widodo mengatakan, pada Jumat (12/9/2025) pihaknya kedatangan orang tua siswa yang melaporkan bahwa anaknya mengalami diare disertai muntah pada Kamis (11/9/2025) malam.
Orang tua anak itu menduga apa yang dialami anaknya karena menu MBG.
Pihak sekolah kemudian melakukan analisis. Dari sejumlah kemungkinan seperti jajanan kantin, menu MBG hingga pemesanan makanan lewat ojek online yang dilakukan siswa, dugaan sementara penyebab keluhan itu karena menu MBG.
"Kita cari informasi dapurnya menyiapkan untuk mana saja. Ternyata dari beberapa sekolah. Ada juga (di sekolah lain yang diduga keracunan)," ungkap Widodo.
Pihak SMAN 2 Wonogiri mencatat, ada 110 muridnya yang tidak masuk sekolah pada Jumat (12/9/2025). Mereka mengeluhkan diare.
Sebagian diantaranya ada yang mengalami muntah. Adapun jumlah siswa di SMAN 2 Wonogiri sebanyak 1.285 orang.
Gejala keracunan dirasakan para murid pada Kamis sore dan malam.
Ada juga yang mengeluhkannya pada Jumat pagi sehingga harus izin pulang lebih awal.
"Kalau yang izin pulang hari ini masih kita data," ujar Widodo.
Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkompimda dan Ojek Online di Klaten Lakukan Deklarasi Damai
Pihak SMAN 2 Wonogiri, imbuh Widodo, juga mencari tahu apakah ada siswa yang dirawat jalan.
Hasilnya, diketahui ada satu pelajar yang dirawat di salah satu rumah sakit swasta.
Adapun menu MBG yang disajikan pada Kamis terdiri dari nasi, telur glundung yang diberi semacam saus, sayur sawi, dan oseng tempe.
Pihak SMAN 2 Wonogiri dan pihak pengurus dapur MBG juga telah menjenguk siswa di rumah sakit maupun di rumahnya masing-masing.
"Kita sudah laporkan juga ke cabang dinas dan ke dinas (Pendidikan dan Kebudayaan) Wonogiri," kata Widodo.
Ditambahkan Widodo, program MBG di sekolah itu sudah berjalan sejak 11 Juni 2025.
Pada Jumat, menu MBG tetap diberikan kepada siswa.
"Semoga tidak ada yang masuk rumah sakit lagi. Kita pantau. Semoga tidak ada kejadian lagi," pungkas Widodo. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono