Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gejala Keracunan Ratusan Murid SMAN 2 Wonogiri Diduga Akibat Konsumsi Menu MBG, Dinkes: Keluhan Muncul setelah 12 Jam

Iwan Adi Luhung • Minggu, 14 September 2025 | 22:43 WIB
Pihak SMAN 2 Wonogiri dan SPPG menjenguk siswa di rumah sakit Jumat (12/9/2025).
Pihak SMAN 2 Wonogiri dan SPPG menjenguk siswa di rumah sakit Jumat (12/9/2025).

RADARSOLO.COM- Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri turun tangan atas dugaan keracunan makanan akibat menu makan bergizi gratis (MBG) yang dialami ratusan pelajar di Wonogiri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Wonogiri Teguh Santoso mengatakan, pihaknya telah menggali informasi terkait dugaan keracunan yang dialami para murid.

Dimana paling banyak dialami oleh para murid SMAN 2 Wonogiri dengan jumlah setidaknya 110  anak.

Satu pelajar terdata sempat dirawat inap di rumah sakit swasta.

"Kalau dari data kita, dari 110 itu di kelas X ada 26 anak, kelas XI 45 anak, dan kelas XII 39 anak," ujar Teguh, Minggu (14/9/2025).

Dia menerangkan, menu MBG untuk SMAN 2 Wonogiri didistribusikan, Kamis (11/9/2025) sekira pukul 10.00-11.00.

Adapun menu yang diberikan kepada para pelajar terdiri dari nasi putih, telur saus barbeque, sayur pakcoy jamur, tempe orek dan kelengkeng.

Menu MBG tersebut disantap oleh siswa sekira pukul 12.00.

"Kalau untuk rentang waktu antara makan hingga muncul gejala (mengarah dugaan keracunan,red) itu 10-12 jam," ungkap Teguh.

Berdasarkan keterangan-keterangan yang dihimpun Dinkes Wonogiri, mayoritas gejala yang dialami oleh para pelajar adalah diare, nyeri perut, mual dan muntah.

Teguh menuturkan, sejumlah upaya dilakukan Dinkes Wonogiri bersama dengan Puskesmas Wonogiri 2.

Diantaranya melakukan penyelidikan epidemiologi pada Sabtu (13/9/2025).

Baca Juga: Benarkah Tanah Kas Desa Jeruk Sragen Diserobot Salah Satu BUMN? Begini Kata Tokoh Masyarakat Setempat

"Kita lakukan pengambilan sampel makanan dan sampel air untuk diteliti di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Dinkes Wonogiri. Kita juga berkoordinasi lintas sektoral," papar Teguh.

Hingga saat ini, Dinkes Wonogiri masih melakukan identifikasi untuk memastikan penyebab kejadian itu.

Sekaligus melakukan tindakan pencegahan  dengan memberikan penyuluhan kepada pihak-pihak terkait. 

Diberitakan sebelumnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokarto-lah yang menyuplai menu makan bergizi gratis (MBG) di SMAN 2 Wonogiri.

Diduga, hal yang mengakibatkan ratusan siswa SMAN 2 Wonogiri mengalami gejala keracunan karena saus barbeque yang ditambah tepung maizena.

Hal itu diungkapkan Kepala SPPG Wonokarto Tomi Setyo Budi.

Berdasarkan laporan yang diterimanya dari petugas, ada penambahan tepung pada saus barbeque untuk menu yang disajikan.

"Itu membuat saus barbeque. Tim dapur merasa kok masih encer, akhirnya ditambah tepung maizena biar agak kental," ujar Tomi Jumat (13/9/2025) malam.

Diduga, tambahan tepung maizena itu belum tanak sempurna meskipun saus sudah nampak matang.

Saat menjenguk siswa yang sakit, sang siswa juga mengaku merasa saus yang dimakan terasa kurang sedap. "Katanya sausnya terasa asam, pahit," kata dia.

Usai muncul kabar dugaan keracunan, pihak SPPG juga langsung melakukan pembahasan, termasuk bersama tim dapur. Kesimpulan yang didapatkan seperti itu.

"Kalau telur dan bahan-bahan lain klir, aman. Di saus. Kita tentu tidak ingin ada kejadian seperti ini," beber Tomi.

Sebelumnya, diduga saus yang masih panas langsung dituang ke ompreng.

Baca Juga: 10 Destinasi Hidden Gem di Karanganyar, Cocok Buat Healing Tanpa Bikin Kantong Jebol: Dijamin Instagramable, Buat Mata Segar dan Bikin Susah Move On

Terkait hal itu, Tomi memberikan perkembangan terbaru. Berdasarkan penuturan timnya, saus dipastikan sudah dalam kondisi dingin.

Sementara di 14 sekolah lain yang dilayani sejauh ini tidak dilaporkan adanya temuan gejala keracunan, termasuk Di PAUD/TK yang juga dikirimi menu MBG dari SPPG Wonokarto.

Total, ada sekira 3.200 porsi menu MBG yang disediakan per hari.

Tomi mengaku, pihaknya masih menyimpan sampel makanan.

Sampel itu juga disiapkan untuk pemeriksaan sehingga bisa diketahui secara pasti penyebab para siswa mengalami diare. (al)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Dinkes #SPPG #sman 2 wonogiri #Mbg #keracunan #Makan Bergizi Gratis