RADARSOLO.COM- Gejala keracunan yang dirasakan ratusan murid SMAN 2 Wonogiri, serta MIN Wonogiri, sejumlah guru dan orang tua, menjadi perhatian khusus.
Diduga, fenomena tersebut akibat keracunan menu pada makan bergizi gratis (MBG) yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokarto dan disantap Kamis (11/9/2025).
Menyusul kejadian itu, penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) yang dilakukan SPPG Wonokarto diliburkan selama satu pekan.
"Iya mas. Diliburkan satu pekan MBG-nya," ujar salah satu orang tua siswa yang sekolah anaknya turut dilayani SPPG Wonokarto, Senin (15/9/2025).
Sumber itu mengaku tak mempermasalahkan liburnya program MBG di sekolah anaknya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, program MBG diliburkan mulai Senin-Jumat (15-19/9/2025).
Pelaksanaan MBG bakal dimulai kembali pada Senin (22/9/2025).
Selama libur, SPPG Wonokarto akan melakukan perbaikan dapur, pelatihan kesehatan dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri hingga rotasi tenaga kerja di dapur.
Kepala SPPG Wonokarto Tomi Setyo Budi membenarkan diliburkannya aktivitas MBG.
Alasannya karena ada pembenahan dapur yang dilakukan dimana menurutnya pembenahan dapur itu sudah direncanakan sebelumnya.
"Itu (pembenahan dapur dan lainnya), sebenarnya sebelum kejadian itu (dugaan keracunan). Kita sudah ada program jauh hari terkait pembenahan dapur dan pelatihan itu," kata dia.
Baca Juga: Tiga Pemuda Perusak Kantor DPRD Sragen Ditangkap, Satu Masih Anak di Bawah Umur
Selain itu, imbuh Tomi, rotasi pekerja juga sudah diagendakan. Namun, malah ada kejadian dugaan keracunan.(al)
Editor : Tri wahyu Cahyono