RADARSOLO.COM - Hasil uji laboratorium sampel menu makan bergizi gratis (MBG) yang diduga menyebabkan keracunan ratusan siswa SMA N 2 Wonogiri telah keluar.
Ada temuan bakteri salmonella dan e.coli dalam sampel yang diperiksa.
Sekda Wonogiri FX Pranata mengatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri telah mengambil sampel. Dari hasil uji laboratorium, ada temuan bakteri salmonella dan e.coli.
"Itu di sampel makanan," ujar dia Selasa (16/9/2025).
Meski demikian, Pranata belum memaparkan di sampel makanan apa dua jenis bakteri itu ditemukan.
Yang jelas, hasil itu keluar dari sampel makanan yang diperiksa.
Diketahui, Dinkes Wonogiri telah mengambil sampel makanan dan sampel air. Penyelidikan epidemiologi dilakukan oleh Dinkes pada Sabtu (13/9/2025).
"Ini nanti akan dilakukan penelusuran apakah bahannya yang mengandung, atau prosesnya atau distribusinya. Ini dilakukan pendalaman oleh Dinkes. Dengan begitu nanti bisa diantisipasi," beber Sekda.
Sementara itu, langkah antisipasi juga dilakukan oleh Pemkab Wonogiri.
Rencananya, forkompimda bakal melakukan pembahasan soal MBG bersama dengan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Wonogiri pada Kamis (18/9/2025) mendatang.
"Kita bahas sejumlah hal. Seperti operasional, berapa yang sudah beroperasi dan wilayahnya mana saja. Mana saja yang belum," kata Pranata.
Selain itu, juga akan dibahas soal pengawasan di sektor kesehatan.
Termasuk mengevaluasi kejadian dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa di Wonogiri.
"Nanti juga kita bahas dampak limbah organik dari produksi lalu apakah ini dikonsumsi semua. Kita juga harapkan respon dari masyarakat. Kita pengen tahu apa yang diinginkan murid juga," pungkas Sekda.
Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa di Wonogiri diduga mengalami keracunan akibat menu MBG yang disantap pada Kamis (11/9/2025).(al)
Editor : Nur Pramudito