Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sejumlah Sekolah di Wonogiri Diminta Rahasiakan Informasi jika Ada Keracunan Akibat MBG, Ini Isi MoU-nya

Iwan Adi Luhung • Selasa, 30 September 2025 | 21:31 WIB
Ilustrasi siswi SD di Kecamatan Baturetno Wonogiri menyantap menu MBG medio Februari 2025.
Ilustrasi siswi SD di Kecamatan Baturetno Wonogiri menyantap menu MBG medio Februari 2025.

RADARSOLO.COM-Sejumlah sekolah di Wonogiri diminta untuk menjaga kerahasiaan jika terjadi keracunan akibat menu makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan.

Sumber radarsolo.com di salah satu sekolah mengatakan, sebelum program MBG berjalan, pihaknya meneken surat memorandum of understanding (MoU) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Surat MoU yang ditandatangani SPPG selaku pihak pertama dan sekolah sebagai pihak kedua juga ditunjukkan ke radarsolo.com.

Namun, sumber radarsolo.com meminta agar surat tersebut tak diambil gambarnya.

Meski demikian, dia bersedia membacakan poin-poin di dalam MoU itu.

Ada sejumlah poin yang tertuang dalam MoU.

Diantaranya adalah pihak pertama (SPPG) akan mengirimkan paket makanan mulai tanggal yang telah disepakati.

Poin lain adalah jumlah paket akan diberikan sesuai data jumlah siswa yang diberikan pihak kedua (sekolah).

Lalu sekolah diminta mengembalikan alat sesuai dengan jumlahnya.

Poin lain menyebutkan soal kejadian luar biasa seperti jika terjadi keracunan, pihak sekolah diminta merahasiakannya.

"Poinnya apabila terjadi kejadian luar biasa seperti keracunan, ketidaklengkapan isi dalam paket atau mengganggu kelancaran program ini (MBG), maka pihak kedua (sekolah) berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan informasi," bebernya.

Baca Juga: SD Muhammadiyah 1 Ketelan Tolak MBG, Komisi IV DPRD Solo: Enggak Masalah

Terkait poin menjaga kerahasiaan ketika terjadi keracunan, sumber tersebut mengatakan sangat sulit. 

"Namanya hal seperti ini (keracunan) kita jaga rapat-rapat pasti juga tetap keluar. Zamannya sudah tidak seperti dulu," katanya.

Pihak sekolah sempat mendiskusikan poin-poin itu kepada pihak SPPG.

Namun, hal itu hanya sebatas omong-omong dan MoU tetap diteken.

"Artinya kalaupun informasi itu keluar dan kita (sekolah) dimintai informasi, ya kita beri informasi sebenar-benarnya. Jangan sampai semisal ada keracunan, kita bilang tidak ada. Enggak benar kalau seperti itu. Ini kan demi perbaikan juga," papar dia. (al/wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#SPPG #Mbg #keracunan #mou #rahasiakan #wonogiri