Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Skrining TBC di Lapas Wonogiri, Satu Warga Binaan Dinyatakan Positif

Iwan Adi Luhung • Minggu, 5 Oktober 2025 | 18:34 WIB
Skrining TBC di Lapas Kelas II B Wonogiri baru-baru ini.
Skrining TBC di Lapas Kelas II B Wonogiri baru-baru ini.

RADARSOLO.COM-Warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas II B Wonogiri menjalani skrining tuberkulosis (TBC).

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II B Wonogiri Siswarno mengatakan, pihaknya menggandeng lintas sektor untuk melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) TBC pada 02-03 Oktober 2025.

Kegiatan yang dilakukan meliputi skrining gejala, pemeriksaan chest X-ray (CXR), serta inisiasi terapi pencegahan TBC bagi WBP.

Program itu menindaklanjuti Surat Perintah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.6.PK.07.03-390, dengan dukungan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan RI.

Dimana Pelaksanaan ACF dilakukan oleh Tim CITO bersama petugas kesehatan Lapas Wonogiri, Dinkes Wonogiri, serta tenaga medis dari Puskesmas Wonogiri II dengan dukungan Yayasan Peduli HIV-TB Mentari Sehat Indonesia.

"Deteksi dini TBC sangat penting, mengingat lingkungan pemasyarakatan memiliki risiko penularan yang tinggi," kata Kalapas. 

"Kami berkomitmen memastikan hak kesehatan WBP terpenuhi, termasuk melalui penanganan cepat bagi yang positif," imbuhnya.

Diketahui, dari ratusa WBP yang mengikuti kegiatan skrining, satu orang WBP terkonfirmasi positif TBC.

Pasien langsung mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di Klinik Pratama Lapas Wonogiri bersama Puskesmas Wonogiri II.

"Dengan kegiatan ini, Lapas Wonogiri menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program nasional eliminasi TBC," ucapnya

"Langkah ini diharapkan dapat menjaga kesehatan warga binaan sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat dan bebas dari TBC," lanjut Kalapas.

Kasi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Wonogiri Bima Nugraha menambahkan, penanganan lanjutan terhadap WBP yang positif TBC dilakukan. Diantaranya pemisahan kamar.

Baca Juga: DPRD Dorong Kondusivitas Wilayah, Bisa Jadi Modal Utama Keberlanjutan Pembangunan Klaten

"Lalu ada penanganan khusus dari Dinkes untuk diberikan pengobatan secara gratis minimal pengobatan 6 bulan," kata Bima.

Salah satu WBP berinisial YT yang ikut dalam kegiatan ini menyampaikan rasa lega setelah mengikuti skrining.

Awalnya dia merasa agak khawatir. "Tapi setelah diperiksa saya jadi lebih tenang," kata dia. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#positif #TBC #warga binaan #lapas wonogiri #skrining