RADARSOLO.COM – Kebakaran Pasar Kota Wonogiri menyisakan kerugian materi yang cukup besar.
Di antaranya terkait pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi.
Selama ini, potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi di Pasar Kota Wonogiri mencapai sekira Rp900 juta.
Soal kehilangan potensi PAD, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno tak mempermasalahkannya.
Sebab, kebakaran Pasar Kota Wonogiri merupakan musibah.
"Ini musibah. Kami lakukan penanganan dan ini dievaluasi agar tak terjadi seperti itu," terang bupati, Sabtu (11/10/2025).
Saat ini, Pemkab Wonogiri mulai memroses pembangunan pasar darurat untuk pedagang Pasar Kota Wonogiri.
Diharapkan, pada 20 Oktober 2025 mendatang para pedagang bisa menempati pasar darurat.
Meski demikian, waktu pembangunan pasar darurat juga menyesuaikan usai adanya update pendataan jumlah pedagang yang terdampak.
Pasar darurat tersebut akan ditempati 749 pedagang los dan kios.
Sedangkan pedagang oprokan bisa menempati ruang-ruang kosong di sekitar pasar darurat/
Diketahui, pasar darurat menempati lahan di sekitar Pasar Kota Wonogiri.
Misalnya di area Terminal Tipe C (Terminal angkot) hingga sisi selatan Stasiun Wonogiri.
Pantauan radarsolo.com, pengerjaan rangka baja ringan pasar darurat dilakukan di area parkir sisi selatan Pasar Kota Wonogiri.
Apakah pedagang yang menempati pasar darurat akan dikenakan retribusi? Bupati Setyo memastikan gratis.
"Saat nanti di pasar darurat, tidak ada penarikan retribusi. Gratis retribusi," tegas bupati. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono