Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bed Bermotor Inovasi RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Seperti Ini Inspirasi dan Cara Kerjanya 

Iwan Adi Luhung • Selasa, 14 Oktober 2025 | 20:16 WIB
Bed bermotor di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri saat diuji coba.
Bed bermotor di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri saat diuji coba.

RADARSOLO.COM-RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri membuat sebuah inovasi.

Berupa bed bermotor yang memudahkan petugas rumah sakit saat mendorong bed pasien.

Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS) RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Budi Utomo mengatakan, kondisi di rumah sakit setempat tak rata alias naik turun.

Lalu muncul curhatan perawat bangsal Aster 2 yang diterima kepala bangsal setempat.

"Itu kan di lantai dua. Lalu kan modelnya ram (tanjakan), tidak pakai tangga, tapi jalannya menanjak dan lumayan tinggi. Teman-teman perawat cukup kewalahan saat mengantarkan pasien, misal harus ke radiologi atau ke kamar operasi," beber Budi, Selasa (14/10/2025).

Kepala bangsal Aster 2 kemudian mendiskusikannya dengan Kepala IPSRS.

Akhirnya muncul ide memodifikasi alat yang sudah ada demi memudahkan petugas Rumah Sakit.

Ide yang muncul adalah dengan menggabungkan motor sepeda listrik dengan bed pasien.

Sebab, sejauh ini pihaknya tidak menemukan adanya Penyedia atau rekanan bed pasien bermotor penggerak yang dijual seperti yang kini ada di rumah sakit saat ini.

"Kita koordinasi dengan manajemen, karena tidak ada (yang menjual), bagaimana kalau kita modifikasi," jelas Budi.

"Atas arahan Pak Direktur, kita akhirnya modifikasi oleh IPSRS RSUD Wonogiri bersama dengan konsultan teknik mekanik Bengkel Area 52 Wonogiri. Kita cangkok brankar (bed) dengan mesin sepeda listrik," lanjutnya.

Sistem kerjanya sederhana, namun sangat membantu perawat dalam memobilisasi pasien.

Baca Juga: RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Segera Hadirkan Layanan Dialis dengan CAPD, Simak Penjelasan dr.Endra Dwi Cahyana Spesialis Penyakit Dalam

Saat di tanjakan, perawat bisa menarik gas yang ada serta dapat juga melakukan pengereman secara terkunci.

Meski demikian, kecepatannya juga telah diatur pada kecepatan maksimal 5 kilometer per jam, sama dengan langkah biasa.

"Kita tidak cari cepatnya, tapi tenaga bantu dorongnya. Kecepatannya hanya sekira 5 kilometer per jam. Sama seperti orang berjalan. Membantu saat menanjak, beban perawat tidak berat," beber Budi.

Alat itu juga dilengkapi dengan rem tangan yang juga membantu perawat.

Inovasi ini meringankan beban perawat khususnya yang bertugas di bangsal Aster 2.

Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Adhi Dharma mengatakan, bed itu telah selesai dibuat dan telah fungsional. Total ada tiga bed yang dimodifikasi.

Tiga bed yang beroperasi itu kini disediakan untuk bangsal Aster 2 dan IGD.

Termasuk rencana pengembangan untuk beberapai instalasi lain seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Instalasi Gizi.

"Kita mendorong untuk adanya inovasi dan kreativitas civitas hospitalia dalam rangka memperlancar tugas dan memaksimalkan pelayanan," pungkas Adhi. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#bed bermotor #cara kerja #rsud dr soediran mangun sumarso wonogiri #perawat #inovasi #inspirasi