RADARSOLO.COM-Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Qur'an di Desa Made, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri memilih untuk belum menerima program makan bergizi gratis (MBG) usai kejadian keracunan.
Sebelum adanya program MBG, ponpes juga telah menyiapkan makan lewat dapur mereka.
Belasan tahun berjalan, belum pernah ada kejadian keracunan akibat menu makanan dari dapur ponpes.
Pimpinan Ponpes Baitul Qur'an Made Slogohimo Ustad Ali Maskun mengatakan, pihak ponpes sempat bertemu dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru Slogohimo yang sebelumnya menyalurkan MBG ke ponpes itu.
Pihak ponpes dan SPPG juga membahas kejadian keracunan akibat menu MBG yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Kita sampaikan, ya sudah kejadian kemarin tidak ada yang menginginkan itu (keracunan) terjadi. Bagi kami ini musibah," ujar dia, Rabu (15/10/2025).
Dia juga membenarkan bahwa pihak ponpes meminta agar distribusi MBG ke ponpes tersebut dihentikan sementara usai kejadian keracunan demi kenyamanan bersama.
Sebab, anak-anak di ponpes disebut trauma usai mengalami diare.
"Berlanjut tidaknya MBG, kita nanti akan menunggu hasil musyawarah dengan pihak yayasan (yang menaungi pondok,red). Artinya saat anak-anak traumanya sudah terobati, akan kita lakukan musyawarah dengan yayasan," beber dia.
Sebelum ada program MBG, ponpes sebenarnya juga menyediakan menu makanan bagi para santri. Tiga kali sehari, santri mendapatkan makan dari dapur pesantren.
"Alhamdulillah dapur kita juga jalan saat ini," kata dia.
Baca Juga: Pemkab Karanganyar Gelar Gerakan Pangan Murah Tekan Harga Pasar
Ustad Ali mengatakan, rintisan ponpes untuk santri putra telah ada sejak 2010.
Sementara ponpes santri putri ada sejak 2020. Sejak 2010 ponpes sudah menyediakan makan bagi para santri dan sejauh ini belum pernah ada kejadian keracunan.
Namun saat ada program MBG yang masuk malah ada kejadian keracunan yang dialami para santri.
"Alhamdulillah belum pernah ada (kejadian keracunan akibat menu makan dari pesantren)," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa di Kecamatan Slogohimo mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
Keracunan itu dialami siswa di SMAN 1 Slogohimo dan Ponpes Baitul Qur'an di Desa Made Kecamatan Slogohimo. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono