RADARSOLO.COM – Dalam sehari Jumat (17/10/2025), terjadi dua kali peristiwa tragis di Solo Raya.
HPN, mahasiswi Jurusan Psikologi Islam UIN Raden Mas Said mengakhiri hidup dengan melompat dari rooftop gedung laboratorium sekitar pukul 10.00.
Sebelum itu, siswi SMK asal Tirtomoyo, Wonogiri juga mengakhiri hidup di indekos kawasan Banjarsari, Solo.
Adalah W, 17, siswi kelas XII salah satu SMK di Tirtomoyo dan sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di Solo.
Informasi yang dihimpun radarsolo.com, jenazah W telah tiba di rumah duka sekira pukul 17.00.
Kapolsek Tirtomoyo Iptu Yuni Tri Suwarno membenarkan bahwa W adalah warga Kecamatan Tirtomoyo.
"Informasinya keluarga tadi mempercayakan pengambilan jenazah lewat pihak sekolah. Sudah tiba di rumah duka sore tadi," ujarnya, Jumat petang.
Pihaknya juga sudah mendapatkan informasi meninggalnya W dari Polsek Banjarsari, Solo. Kapolsek menuturkan, berdasarkan informasi awal dari Polsek Banjarsari, ada dugaan korban nekat mengakhiri hidupnya karena motif asmara.
Meski demikian, hal itu masih diselidiki lebih lanjut.
"Yang jelas pihak keluarga sudah menerima kejadian ini. Tadi jenazah tiba di rumah duka sekira pukul 17.00," kata dia.
Sementara itu, Kapolsek Banjarsari AKBP Pardjono menjelaskan, W ditemukan dalam kondisi tragis.
Baca Juga: Internet Gratis Jadi Senjata Desa Poleng di Sragen Gali Potensi Lokal
Berawal dari teman sekamar yang mendengar W masuk ke kamar mandi sekitar pukul 05.30.
Sekira pukul 08.20 saksi bangun dan masih terdengar suara gemericik air.
Pukul 08.30 para teman W berusaha membuka pintu kamar mandi yang sedang dalam kondisi terkunci.
"Akhirnya saksi membuka ventilasi bawah kemudian melihat kaki korban tergantung kemudian ketiga saksi langsung keluar kamar untuk meminta tolong," urai Pardjono. (al/ves)
Editor : Tri wahyu Cahyono