RADARSOLO.COM- Pembangunan pasar darurat bagi pedagang Pasar Kota Wonogiri dikebut.
Pemkab Wonogiri meminta pasar darurat yang dibangun harus berkualitas, sebab belum diketahui secara pasti sampai kapan akan digunakan oleh para pedagang.
Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Imron Rizkyarno mengatakan, pembangunan pasar darurat per Selasa (21/10/2025) sudah di angka 33,25 persen.
Pihaknya meminta kepada pihak ketiga yang menggarap pasar darurat untuk memaksimalkan pembangunan pasar darurat itu.
Hal itu bertujuan agar selama digunakan para pedagang berjualan dan menunggu kejelasan revitalisasi pasar, tidak ada kendala yang terjadi.
"Jadi selama menunggu pembangunan pasar nantinya supaya tidak ada kendala, misalnya atapnya bocor, rangka-rangkanya kurang bagus. Itu harapan kami, tidak ada kendala. Kualitas harus bagus," papar Imron Rabu (22/12/025).
Wabup menuturkan, saat sudah terbangun pasar darurat akan dimanfaatkan oleh para pedagang. Karena itu kualitas bangunan harus maksimal.
"Ada kurun waktu menunggu pasar dibangun. Itu membutuhkan waktu yang tidak instan. Perlu waktu, perlu proses," beber Imron.
Menurut Imron, dampak kebakaran Pasar Mota Wonogiri tak hanya dirasakan pedagang pasar saja.
Namun, masyarakat secara umum yang biasanya mencari kebutuhan di pasar tersebut.
"Dengan adanya pasar darurat itu diharapkan bisa digunakan seluruh pedagang yang terdampak agar segera bisa kembali berjualan," kata dia.
Baca Juga: Setahun Pensiun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara di Colomadu Karanganyar
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno juga memastikan saat ini proses pembangunan pasar darurat terus dikebut.
Pihaknya belum bisa memastikan kapan akan dilakukan revitalisasi Pasar Kota Wonogiri
"Memang belum ada gambaran pasti kapan pembangunan Pasar Wonogiri Kota. Tapi kita berusaha, karena meminta tidak bisa memaksa, proses pengajuan itu. Proposal sudah sampai ke pusat, yang diharapkan segera," urainya. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono