RADARSOLO.COM- Perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Puhpelem, Wonogiri mendapatkan sorotan dari warganet.
Dalam video yang beredar di media sosial (medos) seperti TikTok, nampak sisa-sisa tambalan jalan seperti kerikil yang berserakan di jalan wilayah Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem.
Ketua DPRD Wonogiri Sriyono mengamini titik jalan yang ada dalam video berada di wilayah Desa Tengger, Kecamatan Puhoelem.
Menurut Sriyono, jalan itu rusak dan mendapatkan anggaran peningkatan jalan lewat anggaran APBD penetapan.
"Saat ini dalam tahap pelaksanaan. Saya sudah lihat itu, di medsos. Tapi memang saya belum cek secara langsung di lapangan," ujarnya, Senin (27/10/2025).
Sriyono mengapresiasi masyarakat yang mulai aware atas pekerjaan yang didanai APBD.
Hal itu menurutnya menjadi tanda yang bagus, sehingga masyarakat ikut memantau pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari APBD.
"Saya yakin, saat semua terlibat dalam pengawasan, kualitas pembangunan di Wonogiri akan semakin baik," kata dia.
Sriyono mengaku tak mengetahui teknis pekerjaan di proyek tersebut.
Yang jelas, kata dia, proyek itu adalah peningkatan jalan dari Kecamatan Bulukerto hingga Kecamatan Puhpelem yang berbatasan dengan Poncol.
Ketua DPRD Wonogiri telah memonitor keluhan warga termasuk yang beredar di TikTok.
Meski demikian, Sriyono belum mengetahui penyebab secara pasti mengapa jalan itu bisa rusak usai digarap. Apakah karena kualitas yang kurang baik atau karena cuaca.
"Saya belum lihat ke sana, tapi kita pantau. Kita cari informasi terkait video asli dan lainnya," terang politisi asal Kecamatan Puhpelem tersebut.
Sriyono juga mendorong adanya perhatian khusus dari dinas dan pihak terkait. Sebab, setiap hal yang disampaikan masyarakat harus didengarkan.
"Kita harus dengar apa yang disampaikan masyarakat. Lalu harus dicermati dan ditindaklanjuti," beber Sriyono.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun radarsolo.com, kerusakan tambalan jalan itu sudah terjadi dalam beberapa hari lalu.
Sebelum diaspal, jalan yang berlubang ditambal terlebih dahulu.
Terpisah, Kabid Bina Marga DPU Wonogiri Bambang Agus Rinanto mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait peristiwa itu pada Senin pagi.
Berdasarkan penelusuran pihaknya, video itu diunggah di TikTok pada Minggu (26/10/2025).
"Kami akan panggil penyedia dan pengawas dan kita evaluasi hasil pekerjaannya. Saat kita konfirmasi ke keduanya, saat ada kekurangan maka harus diperbaiki," kata dia.
Bambang mengamini bahwa jalan itu dalam proses penambalan. Jalan yang rusak dibuat rata, baru setelahnya diaspal hotmix.
"Kalau dilihat itu masih proses (perataan). Prosenya harus bagus juga," tegas Bambang.
Diakui pihaknya, jalan yang berkerikil berbahaya bagi pengendara, khususnya pengendara sepeda motor.
Meski demikian, jalan itu masih bisa dilewati namun perlu ekstrahati-hati.
"Kita belum tahu penyebabnya, kami konfirmasi dulu ke penyedia dan pengawas. Kita panggil dulu," kata dia.
Baca Juga: Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Bikin Panas, PDIP Tegas Menolak
Diketahui, proyek peningkatan jalan Bulukerto-Poncol memiliki harga kontrak Rp 5,9 miliar.
Adapun Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) proyek terhitung 25 September 2025.
"Batas akhirnya 23 Desember 2025," pungkas Bambang. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono