RADARSOLO.COM- Pemkab Wonogiri me-regrouping 15 SD terhitung sejak Agustus 2025.
Regrouping itu diharapkan bisa mengefektifkan kegiatan belajar di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri Sriyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan regrouping 15 SD di tahun ini sejak Agustus.
Sekolah yang di-regrouping adalah sekolah yang minim murid atau kurang dari 30 siswa.
"Lalu juga ada kelas yang tidak ada murid. Misal kelas I dan II ada siswa, tapi di kelas III tidak ada murid. Itu masuk (regrouping)," ujar dia.
Diketahui, sekolah yang digabung adalah:
- SDN 2 Puloharjo digabung dengan SDN 3 Puloharjo Kecamatan Eromoko
- SDN 3 Tempurharjo dan SDN 2 Tempurharjo Kecamatan Eromoko
- SDN 2 Tegiri bergabung dengan SDN 3 Tegiri Kecamatan Batuwarno
- SDN 3 Batuwarno digabung dengan SDN 1 Batuwarno Kecamatan Batuwarno
- SDN 3 Trukan digabung dengan SDN 1 Trukan Kecamatan Pracimantoro
- SDN 1 Banaran bergabung dengan SDN 2 Banaran Kecamatan Pracimantoro
- SDN 2 Basuhan digabung dengan SDN 3 Basuhan Kecamatan Eromoko
- SDN 4 Basuhan digabung dengan SDN 1 Basuhan Kecamatan Eromoko
- SDN 1 Klunggen bergabung dengan SDN 2 Klunggen Kecamatan Slogohimo
- SDN 4 Wuryantoro bergabung dengan SDN 1 Wuryantoro Kecamatan Wuryantoro
- SDN 1 Pulutan Kulon bergabung dengan SDN 2 Pulutan Kulon Kecamatan Wuryantoro
- SDN 3 Giriwoyo digabung dengan SDN 4 Giriwoyo Kecamatan Giriwoyo
- SDN 5 Bero dengan SDN 1 Bero Kecamatan Eromoko
- SDN 7 Bero digabung dengan SDN 2 Bero
- SDN 3 Bero bergabung dengan SDN 1 Bero
Kadisdikbud menuturkan, siswa tidak harus pindah ke sekolah yang tujuan penggabungan.
Mereka bisa memilih melanjutkan ke sekolah lain selain SD yang telah ditentukan penggabungannya dengan SD tertentu.
"Gurunya juga. Penempatan guru disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Guru di SD sebelumnya tidak mesti mengajar di SD yang digabung, tapi tak jauh dari sekolahnya sebelumnya," terang Sriyanto. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono