RADARSOLO.COM- Bupati Setyo Sukarno dan Ketua DPRD Wonogiri Sriyono angkat bicara soal adanya keluhan masyarakat terkait bau limbah yang berasal dari PT Arena Agro Andalan (AAA).
Di bagian lain, muncul kabar akan adanya aksi memprotes PT AAA yang digelar di sejumlah titik diantaranya di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Mabes Polri dan PT AAA.
Aksi itu disehut-sebut meminta agar ada penanganan yang dilakukan atas keluhan warga.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, pihaknya meninjau langsung ke PT AAA.
Dimana akan dilihat respons pabrik terhadap keluhan yang disampaikan masyarakat terkait bau limbah.
"Nanti kami akan bersama DPRD, Komisi III yang membidangi lingkungan hidup akan kesana. Respon dari PT AAA seperti apa atas keluhan masyarakat," ujar Setyo Jumat (14/11/2025).
Keluhan akan bau limbah PT AAA diduga karena belum maksimalnya pengelolaan limbah di pabrik tersebut. Sehingga muncul bau yang dikeluhkan masyarakat.
"Nanti akan kami pantau langsung," kata Setyo.
Disinggung soal kabar akan adanya aksi di KLHK, Mabes Polri dan PT AAA, Bupati mengatakan pihaknya tidak membatasi masyarakat. Sebab, Indonesia adalah negara demokrasi.
"Monggo, masyarakat berhak mengeluarkan aspirasinya. Kita juga akan tindaklanjuti yang menjadi keluhan masyarakat," kata dia.
Ketua DPRD Wonogiri Sriyono juga sepakat dengan Buati Setyo. Pihaknya akan menindaklanjuti apa yang dikeluhkan masyarakat.
Baca Juga: Ada Polisi Nakal, Segera Lapor Lewat QR Code: Stiker Ditempel Di Titik-Titik Strategis di Sukoharjo
"Kita akan lihat ke lokasi, kondisinya seperti apa. Kita koordinasikan dengan pihak pabrik terkait dampak lingkungan," kata dia.
Diharapkan, bisa ada titik temu terbaik atas perkara ini. Pasalnya, ada banyak warga sekitar yang juga bekerja di pabrik tersebut.
"Kita akan segera ke sana," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, puluhan warga menggeruduk PT Arena Agro Andalan (AAA) yang berada di Kecamatan Ngadirojo Selasa (4/11/2025) siang.
Mereka jengah atas bau limbah dari pabrik yang memproduksi tepung tapioka, pati jagung dan produk turunannya itu. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, bau limbah makin menyengat. Warga menuntut agar permasalahan bau itu teratasi.
Pihak pabrik saat itu juga berkomitmen untuk mengatasi masalah bau. Dimana ada langkah penanganan yang dilakukan pihak pabrik. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono