RADARSOLO.COM - Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama Ketua DPRD Wonogiri Sriyono dan Komisi 3 DPRD Wonogiri melakukan inspeksi mendadak (sidak) di proyek pembangunan RSUD Raden Mas Said Purwantoro Jumat (14/11/2025).
Dalam sidak itu, tim gabungan menemukan penggunaan besi kerangka yang tidak sesuai spesifikasi sehingga kualitas gedung dipertanyakan.
Bupati mencontohkan, adanya temuan diameter besi yang digunakan lebih kecil dari pada spesifikasi yang ditentukan.
Selisih diameter dan volume ini akan berakibat pada selisih biaya.
"Yang lebih utama ada pada kualitas dan ketahanan gedung tersebut," ujar Setyo.
Dengan penggunaan besi yang tidak sesuai, ketahanan gedung tersebut dipertanyakan.
Besi tidak sesuai spesifikasi yang dipergoki tim itu belum sempat terpasang.
Tim juga mempertanyakan kualitas besi yang sudah tertanam di dalam beton.
"Nanti kita akan evaluasi bersama DPRD juga," beber Setyo.
Tim gabungan juga menyoroti kinerja konsultan pengawas karena penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi itu bisa lolos pengawasan.
Sebagai informasi, pembangunan RSUD Raden Mas Said Purwantoro dimulai sejak 2024 lalu.
Pada 2024, anggaran yang digelontorkan sekifa Rp 24 miliar. Pada 2025, anggarannya Rp 15 miliar.
Pada 2026 mendatang akan dianggarkan Rp 11 miliar dari APBD Wonogiri.
Dengan demikian, total anggaran yang digelontorkan untuk membangun rumah sakit tersebut sudah Rp 50 miliar.
Padahal, kebutuhan dana untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit itu mencapai Rp 129 miliar.
Ketua DPRD Wonogiri Sriyono menambahkan pihaknya bersama Bupati telah berkonsultasi dengan Dirjen Perimbangan Keuangan mengenai kondisi keuangan daerah Wonogiri.
Salah satunya juga menyampaikan kekurangan biaya untuk membangun RSUD Raden Mas Said Purwantoro.
"Doakan saja, mudah-mudahan terealisasi," pungkas Sriyono.(al)
Editor : Nur Pramudito