RADARSOLO.COM- Pihak pelaksana pembangunan RSUD Raden Mas Said Purwantoro buka suara atas hasil inspeksi mendadak (sidak) Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama DPRD Wonogiri di rumah sakit pelat merah itu.
Pihak pelaksana pembangunan berdalih digunakannya besi yang ukurannya tidak sesuai spesifikasi dikarenakan adanya pengalihan pekerjaan yang belum masuk dalam rencana anggaran biaya (RAB).
Pengalihan juga disebut sudah sepengetahuan tim teknis.
Diketahui, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama Ketua DPRD Wonogiri Sriyono dan Komisi 3 DPRD Wonogiri melakukan sidak di proyek pembangunan RSUD Raden Mas Said Purwantoro Jumat (14/11/2025).
Dalam sidak itu, tim gabungan menemukan penggunaan besi kerangka yang tidak sesuai spesifikasi sehingga kualitas gedung yang digarap CV Risma Larasati itu dipertanyakan.
Berdasarkan spesifikasi, besi kerangka itu harusnya berukuran 12 milimeter.
Namun dalam temuan sidak, ukuran besi tidak sesuai karena hanya sekira 10 milimeter.
Kurniawan Jeri Admin Lapangan CV Risma Larasati mengatakan besi kerangka itu akan dipasang di bawah doorloop atau selasar.
Pemasangan besi berukuran 10 milimeter itu juga sudah dipertimbangkan pihaknya.
"Beban yang ditanggung tidak terlalu berat. Bukan benan satu lantai atau dua lantai, untuk memperkuat pondasi selasar," ujar dia Sabtu (15/11/2025).
Dalam spesifikasi, seharusnya ukuran besi yang dipasang adalah 12 milimeter.
Mengapa yang dipasang tak sesuai spek yakni sekira 10 milimeter?
Terkait itu, Jeri mengatakan doorloop atau selasar di lapangan tak sesuai dengan gambar di perencanaan.
Perencanaan itu dibuat oleh konsultan perencana. Dalam gambar perencanaan, total panjang selasar 72 meter namun panjang selasar 75 meter.
"Kita cari volume dari situ, volume tambah kurang," kata Jeri.
Pihaknya mengklaim, fondasi selasar sudah kuat dengan penggunaan besi ukuran 10.
Selain itu, juga ada pengalihan untuk pekerjaan railing (pagar pengaman pasien). Dimana railing masuk dalam perencanaan namun tak masuk dalam rencana anggaran biaya (RAB).
"Jadi penyesuaian anggaran dan dinilai sudah kuat," kata dia.
Atas hasil temuan dalam sidak itu, pihaknya akan membuatkan justifikasi teknis (justek) atau semacam kajian kepada tim teknis dari DPU Wonogiri.
Besi yang sudah terpasang juga tidak akan dibongkar dan diganti. Perubahan spesifikasi besi juga disebut sudah sepengetahuan tim teknis atau DPU Wonogiri
"Tujuan kami memang dialihkan ke railing. Railing itu di desain ada tapi di RAB belum dianggarkan," kata dia. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono