Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Inspektorat Wonogiri Tanggapi Hasil Sidak Bupati Setyo dan DPRD di Proyek Perbaikan Jalan Bulukerto-Puhpelem

Iwan Adi Luhung • Selasa, 18 November 2025 | 01:31 WIB
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama DPRD Wonogiri sidak proyek peningkatan jalan dari Kecamatan Bulukerto hingga Kecamatan Puhpelem yang berbatasan dengan Poncol, Magetan Jumat (14/11/2025).
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama DPRD Wonogiri sidak proyek peningkatan jalan dari Kecamatan Bulukerto hingga Kecamatan Puhpelem yang berbatasan dengan Poncol, Magetan Jumat (14/11/2025).

RADARSOLO.COM- Inspektorat Wonogiri buka suara atas hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama DPRD Wonogiri di proyek peningkatan jalan dari Kecamatan Bulukerto hingga Kecamatan Puhpelem yang berbatasan dengan Poncol, Magetan Jumat (14/11/2025).

Inspektorat menyebut telah melakukan probity audit dalam proyek tersebut.

Dalam sidak diketahui bahwa di beberapa titik pengerjaan jalan tidak sesuai dengan spesifikasi.

Dimana ketebalan aspal tidak sesuai ketentuan.

Usai sidak, Bupati Setyo juga menilai bahwa konsultan pengawas melecehkan tim gabungan yang melakukan sidak.

Pasalnya, konsultan pengawas tak ada di lokasi proyek dan tak datang saat dipanggil oleh dinas ke lokasi.

Diketahui, peningkatan jalan Bulukerto-Poncol itu memiliki nilai kontrak Rp 5.964.595.905. Adapun panjang jalannya lebih dari delapan kilometer.

Inspektur Inspektorat Wonogiri Mardianto menilai sidak yang dilakukan oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan DPRD Wonogiri adalah hal positif sebagai bentuk pengawasan.

Dalam proyek peningkatan jalan Bulukerto-Poncol, imbuh Mardianto, merupakan salah satu paket pengadaan barang jasa strategis Pemkab Wonogiri.

Inspektorat juga melakukan pengawasan dalam proyek tersebut.

"Kita lakukan probity audit. Itu sudah kami lakukan sejak Oktober sampai Desember nanti," ujar Mardianto Senin (17/11/2025).

Dia menerangkan, probity audit adalah pengawasan yang dilakukan sejak persiapan proyek hingga selesainya proyek. Penugasannya panjang dan kini juga masih belum selesai.

Baca Juga: Konflik Raja Kembar Warisan Lama Turunkan Marwah Keraton Surakarta

"Prinsipnya, temuan (sidak) pak bupati dan DPRD juga menjadi atensi bagi kami. Kami sudah melakukan beberapa tahapan kegiatan juga. Ada catatan juga di kami. Sebelumnya juga ada aduan warga seperti di medsos," paparnya.

Dalam probity audit, kata Mardianto, dalam pelaksanaan kegiatan harus sesuai dengan kontrak atau spesifikasinya.

Misalnya ada kerusakan seperti lapen yang kurang kuat, pihak pelaksana diminta untuk memperbaikinya.

Soal hasil sidak yang menunjukkan beberapa titik dimana ketebalan aspal masih kurang dari spesifikasi yang ditentukan, Mardianto menjelaskan, dalam setiap sampel bisa saja ketebalan aspal berbeda.

"Bisa jadi dasarnya tidak rata atau kondisi lain. Tapi prinsipnya kami melakukan pengamatan dan pengujian. Itu bisa terjadi (ketebalan aspal berbeda). Nanti akan dilihat case by case-nya," kata dia.

Saat ada kerusakan, karena masih dalam pelaksanaan masih bisa dilakukan langkah koreksi dan perbaikan.

Bentuknya, kata Mardianto, bermacam-macam. Yang jelas, yang tidak sesuai spek tidak dihitung dalam pembayaran.

"Tapi ini masih dinamis. Masih ada ruang untuk perbaikan dan koreksi atas temuan di lapangan," beber dia.

Sebelum bupati sidak,  tim audit sudah turun ke lapangan untuk pengambilan sampel. Saat ada kekurangan maka akan menjadi catatan.

"Nanti kan diuji lab juga. Ini masih proses (probity audit). Belum (laporan resmi ke Bupati) karena masih berjalan. Probity audit yang kami lakukan juga sudah disupervisi BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Beberapa waktu lalu tim BPKP juga sudah mengunjungi lokasi,"  urai Mardianto.

Atas temuan sidak Jumat lalu, ranah Inspektorat adalah melakukan audit saat pelaksanaan kegiatan. Adapun langkah kebijakan merupakan ranah kepala daerah.

Sementarara itu, selain melakukan sidak di proyek jalan Bulukerto-Poncol, Bupati dan DPRD Wonogiri juga melakukan sidak di RSUD Raden Mas Said Purwantoro.

Tim menemukan adanya besi yang tak sesuai spesifikasi.

Baca Juga: Sekda Jateng Sumarno Ingatkan ASN: Posisi Kita Pelayan Publik, Bukan Tuan!

Terkait hal itu Mardianto mengatakan, pihaknya tidak melakukan probity audit sehingga tak bisa berkomentar banyak. Hal itu karena keterbatasan SDM yang dimiliki.

"Probity audit kan waktunya panjang. Itu kita ke paket yang masuk proyek strategis daerah yang ditetapkan pak bupati, kan ada SK-nya. Dari proyek strategis itu juga tidak kami probity audit karena keterbatasan (SDM). Ada yang hanya saat perencanaan saja," kata dia. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#perbaikan jalan #bulukerto #dprd wonogiri #proyek #bupati wonogiri setyo sukarno #sidak #puhpelem