RADARSOLO.COM-Perundungan atau bullying bisa terjadi di mana saja. Termasuk di pondok pesantren (ponpes).
Terbaru, salah satu santri di Ponpes Santri Manjung, Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri Kota meninggal dunia.
Adalah MMA, 12, warga Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar meninggal dunia setelah diduga dipukuli oleh santri lainnya.
MMA baru sekitar 6 bulan menjadi santri di Ponpes Santri Manjung.
Informasi yang dihimpun radarsolo.jawapos.com, Ponpes Santri Manjung diasuh oleh salah satu anggota Polres Wonogiri.
Merujuk pada flyer yang diunggah di Facebook Ponpes Santri Manjung Wonogiri, setiap santri digratiskan biaya pendaftaran, uang gedung, dan SPP.
Adapun Visi Ponpes Santri Manjung Wonogiri yakni mencetak santri yang ibadillah assolihin yang beriman, beradab, dab bernegara multifungsi dalam segala hal baik dalam agama dan negara, dalam merajut keutuhan NKRI.
Sedangkan Misinya adalah:
1. Meningkatkan mutu pendidikan melalui sistem pembelajaran dalam rangka mewujudkan santri yang memiliki ilmu pengetahuan mandiri kreatif produkti beriman serta bertaqwa kepada Allah SWT
2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan integritas antara ilmu agama dan ilmu umum dengan mengembangkan sistem pengajaran berbasis kompetensi teknologi dan mampu bersaing.
3.. Mencetak kader-kader ulama pendidik dan da'ai yang memiliki jiwa kepemimpinan terampil dan siap mengabdi kepada agama bangsa dan tanah air.
Sementara itu, dalam disertasinya Mahasiswi Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam Azka Aqilah Nasyawa juga mengangkat tentang Ponpes Santri Manjung.
Disertasi tersebtu diberi judul "Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Entrepreneurship di Pondok Pesantren Santri Manjung Wonogiri, Jawa Tengah".
Dalam penelitiannya, Azka menyimpulkan bahwa Ponpes Santri Manjung merupakan lembaga yang mengedepankan pendidikan karakter berbasis kewirausahaan
"Mayoritas santrinya berasal dari keluarga kurang mampu, namun pesantren tetap menekankan pentingnya pembentukan karakter agar para lulusan mampu bersaing setelah keluar dari lingkungan pesantren," ungkapnya dalam berita yang dimuat di radarsolo.jawapos.com pada 17 Mei 2025. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono