Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Besok Makam Dibongkar, Keluarga Santri Ponpes Santri Manjung Wonogiri Awalnya Tidak Lapor Polisi

Iwan Adi Luhung • Kamis, 18 Desember 2025 | 23:09 WIB
Kondisi Ponpes Santri Manjung di Desa Manjung, Wonogiri Kota.
Kondisi Ponpes Santri Manjung di Desa Manjung, Wonogiri Kota.

RADARSOLO.COM - Meninggalnya MMA, 12, santri Ponpes Santri Manjung, Desa Manjung, Wonogiri Kota menjadi perhatian serius Polres Wonogiri.

Remaja asal Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar itu diduga mengalami penganiayaan oleh sesama santri ponpes setempat.

Polres Wonogiri menjadwalkan melakukan ekshumasi atau membongkar makam MMA guna kepentingan penyelidikan, Jumat (18/12/2025).

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo mengatakan, sudah ada tiga terduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal.

Hingga Kamis (18/12/2025) siang penyelidikan masih dilakukan.

"Tentunya kita akan mengungkap kasus ini secara scientific investigation. Kita dalami dulu. Kita akan ungkap tuntas," tegas Wahyu, Kamis (18/12/2025).

Berdasarkan informasi sementara, MMA mengalami luka lebam akibat pukulan.

Kapolres menuturkan, lebam itu diketahui warga yang memandikan jenazah dan kemudian kabar tersebut beredar.

Awalnya, keluarga korban tidak membuat laporan atas hal itu.

Kemudian, polisi mendorong keluarga korban untuk melaporkannya supaya isu di masyarakat bisa terjawab tanpa menimbulkan spekulasi.

"Akhirnya dilaporkan dan kita tangani. Besok akan dilakukan ekshumasi," kata dia.

Ekshumasi dilakukan untuk mengetahui apakah ada kecocokan antara keterangan terduga pelaku dan luka yang dialami korban.

Baca Juga: Penuturan Pemilik Ponpes Santri Manjung Wonogiri Pasca Santrinya Meninggal Diduga Akibat Dipukuli Sesama Santri

Pihaknya juga akan memdalami apakah penganiayaan itu sebelumnya juga pernah terjadi.

Atau itu baru pertama kali dilakukan oleh terduga pelaku karena korban sulit diajak mengikuti kegiatan pesantren.

"Sementara terduga pelaku ada tiga. Tapi masih didalami dan mungkin bisa bertambah atau berkurang. Masih penyelidikan dan penyidikan," kata dia.

Lebih jauh, Kapolres mengatakan atas peristiwa ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemenag, khususnya yang membidangi pesantren.

Akan dibahas seperti apa SOP dan perlengkapan yang tepat di pesantren untuk mengantisipasi hal serupa di kemudian hari.

"Kita melihat secara global ya, tidak cuma di pesantren ini saja. Tapi di pesantren lain juga. Ini untuk memperbaiki SOP-nya. Kalau ponpes tidak mampu, apa solusinya," beber Wahyu. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#meninggal dunia #ponpes santri manjung #Desa Manjung #santri #dianiaya #bullying #Polres Wonogiri #bully #dipukuli #kapolres