RADARSOLO.COM- Meninggalnya MMA, santri di Ponpes Santri Manjung, Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri Kota diduga kuat akibat dianiaya sesama santri tidak hanya menyita perhatian aparat.
Kasus tersebut juga menjadi perhatian masyarakat.
Terbaru muncul wacana agar Ponpes Santri Manjung ditutup. Alasanya, pengawasan di ponpes dinilai sangat kurang.
Sumber radarsolo.jawapos.com mengatakan, sejumlah warga sempat akan mendatangi ponpes setempat pasca mendengar tersebut.
Namun, hal itu urung dilakukan setelah mengetahui bahwa polisi turun untuk penyelidikan.
"Warga itu resah mengetahui hal itu. Apalagi ibunya korban kan juga asli Manjung meskipun saat ini domisili di Jatiyoso Karanganyar," ujar dia, Minggu (21/12/2025).
Menurut sumber itu, keresahan warga sudah terpendam cukup lama.
Sebab, pengawasan pondok yang dinilai sangat kurang, juga merugikan masyarakat.
Dia mencontohkan santri yang bisa bebas keluar ponpes hingga tengah malam.
Bahkan disebutkan ada pencurian yang diduga dilakukan santri, baik berupa uang atau barang lain.
"Contoh lain ada warga yang punya kolam ikan tapi ikannya banyak yang diambil. Seharusnya pengawasannya harus lebih ketat," ujarnya.
Keresahan warga memuncak saat mengetahui adanya santri yang meninggal dunia diduga karena dianiaya santri lain.
Baca Juga: Polisi Tetapkan Tiga Santri Ponpes Santri Manjung Pelaku Penganiayaan
Mereka menilai, jika pengawasan ponpes bagus, hal-hal semacam itu tak akan terjadi.
"Karena itu, warga berharap ponpes itu ditutup. Setidaknya sampai proses kasus ini selesai. Kasihan juga santrinya. Tapi kita cuma warga kecil, nanti yang memutuskan juga yang punya kebijakan," papar dia.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Manjung Exsanuri turut membenarkan keresahan warga setempat atas kematian santri Ponpes Santri Manjung usai dianiaya.
Banyak keluhan masyarakat yang diterimanya. Termasuk soal pengawasan yang sangat kurang dari ponpes.
"Semalam juga saya lihat sendiri. Masih ada santri yang malam-malam jajan di warung," kata dia.
Sekdes menuturkan, dulu hal tersebut juga pernah dibicarakan dengan ponpes.
Saat itu, disepakati bahwa warga diperbolehkan untuk mengingatkan jika ada santri yang masih berkeliaran. Warga juga kerap mengingatkan terkait hal itu.
Baru-baru ini ada warga yang menduga ada perkelahian yang terjadi di sisi timur ponpes. "Kata warga itu sering terjadi," kata dia.
Exsanuri juga menerima cerita dari warga bahwa ada santri yang pernah datang ke rumah warga untuk meminta makan karena mengaku tak mendapatkan makan.
Oleh warga, santri itu diberi makan. Namun warga kesal karena uang miliknya diduga diambil santri bersangkutan.
Bahkan, kata dia, ada warga yang melihat perpeloncoan antarsantri.
Usai ada pengajian yang digelar di lapangan, santri diminta untuk ikut bersih-bersih. Saat itulah ada santri yang disebut menendang santri lainnya.
Apakah memang ada wacana dari warga yang menginginkan agar Ponpes Santri Manjung ditutup?
Exsanuri menyebut laporan secara resmi ke pemerintah desa belum ada.
Namun, yang saya dengar sendiri, kelompok-kelompok masyarakat memang seperti itu (meminta ponpes ditutup). Ada pembicaraan seperti itu. Dari sisi kemanusiaan warga kasihan juga dengan santrinya," pungkas Sekdes. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono