RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri akan menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas instansi menyusul meninggalnya MMA (12), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Santri Manjung, Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri Kota.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.
Ia mengaku telah menerima laporan awal terkait dugaan penganiayaan yang dialami santri asal Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar tersebut.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Pemerintah daerah akan menggelar pembahasan melalui rapat koordinasi bersama pihak-pihak terkait,” ujar Setyo, Selasa (23/12/2025).
Baca Juga: Pelaku Penganiayaan Santri Ponpes Santri Manjung Wonogiri Bertambah Jadi 4 Orang
Rakor dijadwalkan berlangsung pada Rabu (24/12/2025) dengan melibatkan Polres Wonogiri serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri.
Menurut Bupati, rapat tersebut bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah lanjutan menyikapi kasus kematian santri yang menimbulkan keprihatinan publik.
“Kita akan formulasikan langkah lanjutan setelah kejadian ini, termasuk memastikan penanganannya berjalan sesuai aturan,” jelasnya.
Terkait desakan sebagian warga yang meminta agar Ponpes Santri Manjung ditutup pasca meninggalnya MMA, Setyo menegaskan pemerintah daerah akan bersikap hati-hati dan objektif.
Baca Juga: Muncul Wacana dari Warga agar Pemerintah Menutup Ponpes Santri Manjung Wonogiri, Ini Alasannya
“Kita lihat dulu secara menyeluruh. Semua akan dibahas bersama Polres dan juga Kantor Kemenag Wonogiri,” pungkasnya.(al)
Editor : Nur Pramudito