RADARSOLO.COM - Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PELTI) Wonogiri buka suara atas rusaknya lapangan tenis di area Sport Tourism Center (STC) Pringgodani yang baru dibangun.
Ketua Pengkab PELTI Wonogiri Suparmo mengatakan saat pembangunan lapangan itu, pihaknya turut memantau.
Sebelum ramai rusaknya lapangan tenis, pengguna lapangan tenis juga melihat banyak genangan air sehingga memberikan masukan terkait hal itu ke pihak terkait.
"Akhirnya disepakati di-leveling. Saat itu sudah dicat lalu dikeruk, diratakan dan dipoles. Terus dicat lagi," kata dia Senin (29/12/2025).
Namun setelah itu lapangan tenis bergelembung kecil. Bahkan dua dari tiga lapangan tenis mengelupas, lalu saat diinjak pecah. Diduga, cor dan leveling yang dilakukan tak merekat dengan baik.
"Pantulan bola juga jadi beda," kata pria yang akrab disapa Mamo itu.
Mamo menuturkan, pihaknya pernah menyarankan agar lapangan tenis itu digarap oleh ahli dari Tulungagung. Sebab menurutnya, kiblat lapangan tenis ada dari Tulungagung.
"Lapangan tenis itu bukan sekedar dicor lalu dicat. Nggak bisa. Jadi harus yang tahu. Nyuwun sewu, mungkin yang mengerjakan bukan khusus lapangan seperti itu. Ya dipoles, tapi kalau yang mengerjakan dari Tulungagung spesialisnya," beber dia.
Pihaknya juga telah bertemu dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri dan pihak yang menggarap lapangan membahas mbrodolnya lapangan tenis STC Pringgodani. Pelaksana pekerjaan disebut menyanggupi untuk melakukan perbaikan.
"Yang kopong-kopong itu mungkin mau disesek lalu dipoles lagi. Tapi apakah itu menyelesaikan masalah saya juga belum tahu," kata dia.
Mamo juga menyampaikan aspirasi pecinta tenis yang mengkhawatirkan jika perbaikan itu tak bersifat permanen. Artinya, setelah diperbaiki lalu lapangan mbrodol lagi.
"Kan eman-eman. Waktu jadi main juga jadi tersendat kalau seperti itu," beber Mamo.
Lebih jauh, Mamo menilai sarpras pendukung lapangan tenis sudah cukup bagus.
Misalnya tribun, pagar, kamar mandi dan juga lampu. Namun, yang disayangkan yang terlewatkan di bagian lapangan tenis.
Sebelumnya diberitakan, lapangan tenis di area STC Pringgodani yang baru selesai dibangun dikabarkan mengalami kerusakan.
Padahal, lapangan tenis dengan anggaran sekira Rp 1,6 miliar itu belum diresmikan.(al)
Editor : Nur Pramudito