Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG di Ngadirojo, Ini Kata Bupati dan Wabup Wonogiri

Iwan Adi Luhung • Kamis, 15 Januari 2026 | 14:24 WIB
Ilustrasi Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG di Ngadirojo Wonogiri
Ilustrasi Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG di Ngadirojo Wonogiri

RADARSOLO.COM - Belum tuntas kejadian dugaan keracunan akibat menu makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Jatisrono, dugaan keracunan kembali terjadi di wilayah Kecamatan Ngadirojo.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri memberikan perhatian serius atas adanya ratusan siswa yang diduga mengalami gejala memgarah keracunan.

Dalam waktu dekat, Pemkab Wonogiri berencana untuk menggelar rapat koordinasi demi memastikan pelaksanaan program MBG sesuai dengan SOP.

Bupati Setyo Sukarno mengatakan berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan yang diterimanya pada Rabu (14/1/2026) malam, ada ratusan siswa di sejumlah sekolah di Kecamatan Ngadirojo yang diduga mengalami gejala mengarah keracunan usai menyantap menu MBG.

"Dari laporan Dinkes hingga Rabu pukul 20.00 ada 194 siswa (yang diduga mengalami keracunan,red)," ujar Setyo Kamis (15/1/2026).

Ada sejumlah keluhan kesehatan yang dialami siswa. Diantaranya mual, pusing, muntah dan diare.

Dinkes Wonogiri juga diterjunkan ke Ngadirojo untuk melakukan investigasi di lapangan.

Bupati Setyo juga menegaskan, dalam pelaksanaan MBG SOP harus dipatuhi dengan maksimal.

Hal itu demi mencegah terjadinya keracunan dari menu MBG.

"Kita tekankan soal SOP. Perlu diverifikasi juga apakah dapur sudah memenuhi standar atau belum. Bagaimana penyajiannya. Termasuk apakah sudah memiliki SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) atau belum," beber Setyo.

Atas adanya dua kejadian dugaan keracunan akibat menu MBG di Kecamatan Jatisrono dan Ngadirojo, Bupati berencana bakal menggelar rakor bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak terkait.

Ditemui terpisah, Wabup Imron Rizkyarno mengatakan Dinkes telah turun ke Ngadirojo untuk melakukan investigasi. Dia juga berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah SPPG atas kejadian itu.

"Hari ini Dinkes melakukan PE (penyelidikan epidemiologi) ke sekolah-sekolah di Ngadirojo," kata dia.

Informasi yang Wabup terima, ada anak usia 5,5 tahun mengalami demam, mual, muntah, pusing, diare dan badan menggigil. Saat ini anak itu dirawat di RSUD dan kondisinya membaik

Dinkes Wonogiri juga telah memgambil sampel untuk diuji laboratorium.

Sampel yang diambil diantaranya adalah nasi, ayam geprek, tempe goreng dan selada.

Lalu juga ada potongan tomat dan timun lalu potongan melon, semangka dan buah naga. Terakhir ada saus kemasan yang turut diuji sampelnya.

"Yang di Jatisrono belum selesai lalu ada di Ngadirojo. Ini mungkin menjadi jawaban dari SPPG dan mitra kurangnya pengawasan dalam SOP. Setelah ada kejadian di Jatisrono saya dan Pak Bupati menekankan SOP harus dilaksanakan dengan baik," papar dia.

Wabup juga menunggu petunjuk dari Bupati soal adanya rakor bersama SPPG dan juga mitra/yayasan MBG. Itu langkah yang diambil Pemkab Wonogiri.

"Pemerintah daerah prinsipnya memberikan saran dan masukan saja. Pengetatan SOP itu salah satunya," tegas Imron.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri Sriyanto mengatakan pihaknya masih memantau di sekolah mana saja siswa mengalami gejala mengarah keracunan. Sejumlah siswa yang mengalami gejala disebut sudah dalam kondisi membaik.

"Informasi dari Kepala SMPN 2 Ngadirojo ada dua siswanya yang sampai saat ini dirawat di faskes. Kita masih pemantauan," kata dia.(al)

Editor : Nur Pramudito
#pemkab wonogiri #Wabup Wonogiri #Mbg #dugaan keracunan MBG #setyo sukarno #wonogiri #Bupati Wonogiri #ngadirojo #imron rizkyarno