RADARSOLO.COM–Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri pada Sabtu (17/1/2026) sore hingga malam mengakibatkan bencana tanah longsor di sejumlah titik.
Meskipun material longsor sempat menutup akses jalan dan mengancam pemukiman, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan peristiwa tersebut.
Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi material guna memulihkan aktivitas masyarakat.
Akses Jalan di Ngarjosari Kembali Normal
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengonfirmasi adanya dua titik kerusakan utama yang dilaporkan warga.
Titik pertama berada di Lingkungan Klampok RT 03 RW 04, Kelurahan Ngarjosari, Kecamatan Tirtomoyo.
“Longsor terjadi pada badan jalan yang berdekatan dengan rumah warga. Penanganan darurat sudah dilakukan secara gotong-royong oleh pemerintah kecamatan, pemadam kebakaran, relawan, dan warga sekitar. Fokus utama adalah membersihkan saluran air dan jalan dari material longsor agar tidak memicu banjir susulan,” jelas Fuad, Minggu (18/1/2026).
Fuad memastikan bahwa per siang hari ini, akses jalan dan saluran air di lokasi tersebut sudah berfungsi kembali secara normal.
Longsor Ancam Rumah Warga di Desa Girirejo
Selain di Kelurahan Ngarjosari, laporan kerusakan juga datang dari Dusun Jaten RT 04 RW 06, Desa Girirejo.
Tanah longsor dilaporkan menimpa bagian rumah milik Katino, warga setempat. Beruntung, pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum material tanah merusak bangunan lebih parah.
Mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, BPBD Wonogiri meminta masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat terjadi hujan deras dengan durasi lama di wilayah rawan longsor. Jika melihat rekahan tanah atau tanda-tanda pergerakan tanah, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” pungkas Fuad. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono