Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

4 Kali Terjadi Keracunan MBG di Wonogiri, Koordinator SPPI Sebut Sudah Terapkan SOP dengan Ketat

Iwan Adi Luhung • Senin, 26 Januari 2026 | 12:34 WIB
Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Wonogiri Pandri Prabowo
Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Wonogiri Pandri Prabowo

RADARSOLO.COM - Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Wonogiri Pandri Prabowo buka suara terkait beruntunya kasus keracunan akibat menu makan bergizi gratis (MBG) di Wonogiri.

Diketahui, ada empat kejadian keracunan akibat menu MBG dalam waktu berdekatan.

Yakni di Kecamatan Wonogiri Kota, Slogohimo, Jatisrono dan Ngadirojo.

Dari hasil uji laboratorium Dinkes Wonogiri, penyebab keracunan dikarenakan bakteri escherichia coli (e-coli) dan salmonella.

Terkait hal itu, Koordinator SPPI Wonogiri Pandri Prabowo mengatakan, e-coli banyak ditemukan di air. Untuk mengantisipasinya, digunakan filter air.

"Untuk produksi kita pakai air galon, air mineral. Banyak merek. Yang sudah (ada izin,red) PIRT (pangan industri rumah tangga) dan sertifikasi halal," ujar Pandri, Senin (26/1/2026).

Sedangkan bakteri salmonella bisa ditemukan di bahan makanan protein tinggi. Seperti telur dan daging.

Karena itu, pihak dapur dituntut menggunakan bahan baku yang sesuai standar.

"Dari peralatan bisa, dari pisau atau talenan. Makanya di dapur kita minta dipisah. Contoh untuk daging sendiri, buah sendiri, sayur sendiri. Itu guna menghindari kontaminasi silang. Salmonella penyebarannya cepat. Satu potong daging misalnya, dimasak campur bisa menyebar," bebernya.

Beruntunnya kasus keracunan MBG juga menyita perhatian Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Imron Rizkyarno.

Mereka menyoroti soal standar operasional prosedur (SOP) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizu (SPPG) yang dinilai kurang optimal.

Baca Juga: Ratusan Anak di Ngadirojo Wonogiri Diduga Keracunan MBG, SPPG Ngadirojo Kidul Hemat Bicara

Sebenarnya seperti apa SOP di SPPG?

Pandri menjelaskan, ada standar nasional yang diterapkan di SPPG.

Misalnya harus punya gudang kering dan gudang basah untuk penyimpanan bahan makanan.

Lalu tempat pencucian ompreng harus terpisah. Adanya ruang persiapan hingga ruang pemorsian yang ber-ac agar menjaga kualitas makanan.

Lokasi SPPG juga tak boleh berdekatan dengan kandang ternak dan lainnya.

"Kalau relawan juga ada seleksi. Mulai tes kesehatan, bebas narkoba dan lainnya. Sebelum relawan bekerja, juga ada pelatihan penjamah makanan. Juga ada cek kesehatan gratis, hingga sampai pemeriksaan TBC," ungkap Pandri.

Selain itu, saat memasak juga harus menggunakan alat pelindung diri. Mulai dari masker hingga penutup kepala.

"Saat saya kunjungan ke SPPG, misal saya lihat SOP-nya kurang, saya tegur lewat Kepala SPPG-nya," kata dia.

Lebih jaih, dia menuturkan sejauh ini sudah ada 62 SPPG di Wonogiri yang beroperasional.

Puluhan SPPG itu menyiapkan MBG untuk sekira 172 ribu orang.

"Itu ada anak sekolah lalu 3B (balita, ibu hamil dan ibu menyusui)," kata dia. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#sop #keracunan mbg #Pengolahan #SPPG #wonogiri kota #standar operasional prosedur #jatisrono #Koordinator SPPI Wonogiri Pandri Prabowo #sarjana penggerak pembangunan indonesia #wonogiri #ngadirojo #dapur #slogohimo #bahan makanan