RADARSOLO.COM- Kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Wonogiri membuat trauma.
Mengingat, kejadian yang tak diinginkan itu sudah beruntun hingga empat kali.
Informasi terbaru, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota menghentikan sementara penyaluran makan bergizi gratis (MBG).
Apakah buntut dari kasus keracunan MBG? Ternyata bukan.
SPPG Bulusulur mandek beroperasi akibat dana bantuan pemerintah (banper) belum turun.
Berdasarkan informasi yang diperoleh radarsolo.jawapos.com, SPPG Bulusulur menghentikan sementara distribusi MBG mulai Senin (26/1/2026).
Belum diketahui secara pasti kapan distribusi MBG kembali disalurkan dari SPPG setempat.
Kabar berhentinya sementara pengiriman MBG oleh SPPG Bulusulur dibenarkan Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Wonogiri Pandri Prabowo.
"Ada kendala pencairan dana banper dari pemerintah," ujar Pandri.
Terkait teknis kendalanya, dia belum bisa memastikan. Namun ada dugaan karena adanya penambahan SPPG-SPPG baru.
"Berhentinya per hari ini. Berhenti operasional sementara," kata dia.
Saat ini, imbuh Pandri, ada dua SPPG yang berhenti operasional sementara karena terkendala pencairan banper.
Pertama adalah SPPG Wonoboyo dan kedua SPPG Bulusulur, keduanya berada di wilayah Kecamatan Wonogiri Kota.
"Dua SPPG lainnya juga berhenti operasional sementara karena ada KLB. Di Ngadirojo (SPPG Ngadirojo Kidul) dan Jatisrono (SPPG Jatisari)," pungkas dia. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono