RADARSOLO.COM-Kasus kematian DRP (11), siswa SD Nurul Falah di Kecamatan Bulukerto turut menyita perhatian Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.
Keprihatinan diungkapkan Setyo usai salat tarawih Safari Ramadan di pendapa rumah dinas Bupati Wonogiri, Rabu (18/2/2026) malam.
Pihaknya turut berduka atas meninggalnya DRP yang masih duduk di bangku kelas V SD.
Apalagi, polisi juga telah mengungkap bahwa meninggalnya anak itu usai mengalami penganiayaan.
"Dari ini kita melihat betapa pentingnya pembinaan karakter bagi anak," ujar Setyo.
Menurut Setyo, membangun karakter anak adalah tugas bersama.
Selain guru, orang tua juga punya peran dalam membangun karakter anak.
"Yang kita sayangkan, kenapa hal itu tidak segera dilaporkan? Maka, kesadaran hukum masyarakat perlu kita tingkatkan dengan seperti penyuluhan," beber Bupati.
Setyo juga menyinggung soal kasus kematian santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Santri Manjung belum lama ini.
Dimana dalam kasus itu tak segera dilaporkan kepada pihak berwajib.
"Sebagai warga negara yang taat hukum, ini bisa segera dilaporkan ke pihak berwajib. Sehingga penanganan juga bisa dilakukan secara langsung. Jangan sampai ada pembiaran, supaya di tengah masyarakat juga tidak ada pembiaran terhadap proses hukum,"papar Setyo.
Bupati menegaskan, saat ditemukan indikasi bullying terhadap anak atau hal yang janggal terhadap anak (yang berpotensi merupakan masalah hukum) bisa segera dilaporkan kepada pihak berwajib.
Baca Juga: Kemenag Wonogiri: Anak yang Meninggal di Bulukerto Bukan Santri, tapi Siswa SD Nurul Falah
Laporan itu akan diproses sesuai ketentuan.
Meninggalnya DRP juga menjadi tamparan keras di dunia pendidikan.
Apalagi belum lama ini seorang santri juga meninggal usai dianiaya seniornya di Ponpes Santri Manjung.
Atas kondisi ini, Bupati Setyo meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk melakukan evaluasi.
Edukasi kepada tenaga pendidik dan orang tua diminta dilakukan.
"Ini supaya perilaku-perilaku seperti ini bisa diantisipasi. Jadi PR dinas, kita kerahkan dinas," pungkas Setyo.
Sebelumnya diberitakan, DRP seorang siswa kelas V SD Nurul Falah Kecamatan Bulukerto meninggal dunia Sabtu (18/2/2026).
Keluarga korban merasa janggal dengan adanya bekas darah di hidung dan mulut jenazah yang berbusa.
Polisi yang mendapatkan informasi itu segera bertindak cepat melakukan jemput bola untuk mencari informasi. Makam DRP diekshumasi pada Selasa (17/2/2026).
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, polisi menemukan indikasi penganiayaan.
Dari pendalaman, diketahui bahwa sebelum meninggal korban mengalami penganiayaan yang dilakukan teman sekelasnya berinisial R (11).
Oleh polisi R ditetapkan dengan status anak sebagai pelaku. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono