RADARSOLO.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri langsung turun ke SD Nurul Falah setelah meninggalnya DRP (11), siswa kelas V sekolah tersebut.
“Kemarin kita sudah turun ke sana. Sekolah itu punya yayasan. Yayasannya juga punya pondok pesantren, juga kita cek,” ujar Kepala Disdikbud Wonogiri, Sriyanto, Kamis (19/2/2026).
Pihak Disdikbud tengah menghimpun informasi terkait peristiwa tragis ini, meski masih menunggu hasil resmi penyelidikan dari kepolisian.
Setelah laporan polisi keluar, pihaknya berencana melakukan evaluasi menyeluruh di SD tersebut.
Pekan depan, Disdikbud Wonogiri akan mengundang perwakilan sekolah swasta di wilayah itu untuk melakukan refleksi bersama terkait insiden yang terjadi di Bulukerto.
“Entah itu kejadian kecelakaan, sakit, atau ada penganiayaan, atau apapun, kejadian meninggal di sekolah itu suatu hal yang luar biasa. Karena itu kita akan refleksikan ini,” jelas Sriyanto.
Refleksi bersama sekolah swasta bertujuan meningkatkan pengawasan terhadap siswa, terutama di sekolah swasta yang memiliki jumlah murid besar.
“Kita nanti ingatkan kemampuan sekolah soal mendampingi dan mengawasi siswa. Termasuk saat kegiatan atau saat istirahat,” tambah Sriyanto.
Hingga Kamis (19/2/2026) siang, Kepala SD Nurul Falah Pipin dan Ketua Yayasan Sidi belum merespons pesan WhatsApp wartawan.(al)
Editor : Nur Pramudito