RADARSOLO.COM–Genap satu tahun Setyo Sukarno dan Imron Rizkyarno mengemban amanah sebagai bupati dan wakil bupati (Wabup) Wonogiri.
Sejumlah program unggulan yang dijanjikan saat kampanye mulai direalisasikan, meskipun pemerintah daerah mengakui masih adanya sejumlah pekerjaan rumah (PR) krusial yang harus segera dituntaskan.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh janji politik di tengah tantangan keterbatasan anggaran daerah.
Capaian Program Unggulan: Pertanian dan Pendidikan
Salah satu tonggak keberhasilan di tahun pertama adalah dimulainya program 1.000 sumur pantek.
Program ini menjadi andalan pasangan Setyo-Imron untuk mengatasi kendala pengairan lahan pertanian di wilayah Wonogiri yang rawan kekeringan.
Di sektor pendidikan, Pemkab Wonogiri tetap konsisten mengucurkan anggaran besar.
"Pada 2025, kami alokasikan Rp7,5 miliar untuk beasiswa 605 pemuda berprestasi. Selain itu, program seragam gratis bagi siswa SD dan SMP kini jangkauannya diperluas hingga jenjang PAUD," jelas Setyo baru-baru ini.
Dua PR Besar: RSUD Purwantoro dan Pasar Kota
Meski beberapa sektor menunjukkan progres positif, Setyo mengakui ada hambatan di sektor infrastruktur kesehatan dan ekonomi.
Pembangunan RSUD di Kecamatan Purwantoro memang sudah berdiri, namun hingga kini belum bisa beroperasi secara fungsional.
"Keterbatasan anggaran membuat faskes di Purwantoro belum bisa beroperasi karena alat dan perlengkapannya harus dipenuhi secara bertahap. Ini menjadi pemikiran serius kami," imbuhnya.
Baca Juga: Barito Putera vs Kendal Tornado FC: Laga Panas Penentu Nasib ke Liga 1!
Selain RSUD, pemulihan sektor ekonomi melalui pembangunan kembali Pasar Kota Wonogiri yang sempat terbakar juga menjadi prioritas yang belum terselesaikan.
Mengingat besarnya dana yang dibutuhkan, Pemkab Wonogiri kini tengah berupaya melengkapi persyaratan administratif guna mengakses bantuan dana dari pemerintah pusat.
Strategi Anggaran dan Sinergi Pusat
Baca Juga: Tetap Dilaksanakan, Begini Teknis Pembagian MBG di Wonogiri selama Puasa Ramadhan
Bupati menegaskan bahwa pihaknya harus lebih taktis dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas.
Sinergi dengan pemerintah pusat menjadi kunci utama agar proyek strategis seperti rumah sakit dan pasar bisa segera dinikmati manfaatnya oleh masyarakat luas.
"Kami tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Prosedur untuk mendapatkan dukungan pusat terus kami upayakan agar pembangunan infrastruktur yang tertunda bisa segera rampung," pungkas Setyo. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono