Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

2 Anak di Wonogiri Meregang Nyawa di Tangan Teman, Bagaimana Upaya Pencegahan agar Tak Terulang?

Iwan Adi Luhung • Senin, 23 Februari 2026 | 17:13 WIB

Makam DRP,  siswa kelas V SD Nurul Falah Kecamatan Bulukerto, Wonogiri yang dilakukan ekshumasi untuk ungkap penyebab kematiannya.
Makam DRP, siswa kelas V SD Nurul Falah Kecamatan Bulukerto, Wonogiri yang dilakukan ekshumasi untuk ungkap penyebab kematiannya.

RADARSOLO.COM - Kasus kematian seorang pelajar di Kecamatan Bulukerto, Wonogiri dan kematian santri di Kecamatan Wonogiri Kota yang sama-sama disebabkan penganiayaan, menjadi perhatian serius Polres Wonogiri.

Polisi merumuskan cara agar peristiwa itu tidak terulang.

"Ke depannya kejadian seperti ini jangan sampai terjadi lagi," ujar Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, Senin (23/2/2026).

Atas dua kejadian kematian anak itu, Polres Wonogiri berencana menggelar koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri yang membawahi sekolah hingga Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri yang membawahi pondok pesantren (ponpes).

"Kita duduk bersama. Misi kita nolkan kasus seperti ini. Apalagi ini sudah berulang (kematian anak,red). Kita harus duduk bersama supaya membawa misi yang sama," papar Wahyu.

Menurut dia, ada berbagai macam cara pencegahan. Misalnya dengan pengecekan berkala, termasuk mengecek SOP agar kejadian penganiayaan antaranak tak terjadi.

"Bisa juga dengan pelaporan kepada guru, supaya anak tidak takut dengan guru (untuk melapor). Nanti kita sosialisasikan," papar Wahyu.

Diketahui, DRP (11) siswa kelas V SD Nurul Falah Kecamatan Bulukerto, Wonogiri meninggal dunia dengan kondisi tak wajar pada Sabtu (14/2/2026) lalu.

Kejanggalan dirasakan keluarga terendus oleh kepolisian. Makam DRP diekshumasi pada Selasa (17/2/2026).

Berdasarkan penyelidikan, polisi menemukan indikasi penganiayaan.

Dari pendalaman, diketahui bahwa sebelum meninggal korban mengalami penganiayaan yang dilakukan teman sekelasnya berinisial R (11).

Baca Juga: Forkompimda Sukoharjo Bedah Masalah di DPRD, Pilkades, Bisnis Esek Esek, Dan Narkoba Ikut Dibahas

Oleh polisi R ditetapkan dengan status anak sebagai pelaku.

Sebelum peristiwa itu, MMA (12). santri Ponpes Santri Manjung di Desa Manjung Kecamatan Wonogiri Kota meninggal dunia usai dianiaya oleh sejumlah santri lainnya.

Korban meninggal dunia usai sempat menjalani perawatan pada Senin (15/12/2025).

Hal itu terungkap usai keluarga melihat adanya luka luka lebam ketika jenazah korban dimandikan.

Setidaknya, ada empat anak sebagai pelaku. Mereka adalah AG (14), AL (14), NS (10) dan A (9).

Ada dua anak berhadapan dengan hukum usai perkara ituasuk ke PN Wonogiri. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#bulukerto #ponpes santri manjung #sd nurul falah #Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo #santri #Polres Wonogiri #dianiaya teman #anak meninggal #wonogiri #penganiayaan