RADARSOLO.COM-Menu makan bergizi gratis (MBG) kering yang dibagikan sejak awal Ramadhan menuai kekecewaan dari masyarakat.
Diketahui, program MBG tetap bergulir saat Ramadhan dengan menu kering.
Namun, menu yang dibagikan dinilai mengecewakan.
Hal itu nampak dari banyaknya unggahan masyarakat di berbagai platform media sosial (medsos).
Warga meluapkan kekecewaannya dengan mengunggah foto menu MBG yang didapatkan anaknya di Facebook (FB) hingga TikTok.
Sumber radarsolo.jawapos.com yang merupakan warga Kecamatan Wonogiri Kota menilai, menu MBG kering yang didapatkan anaknya yang masih SD, jauh dari gizi seimbang.
Tak ada sayuran dari menu yang dibagikan.
"Isinya snack. Hanya buah, pernah ada telur dan susu yang bergizi,"
Anak bersangkutan juga mendapatkan roti. Namun roti yang didapat dinilai hanya roti kemasan murah minim gizi.
"Kalau dibandingkan ubi, jagung atau nasi kandungan gizinya jauh," kata dia.
Menurut sumber tersebut, dengan budget Rp8.000-Rp10.000 ribu per porsi di luar biaya operasional, menu yang dibagikan harusnya bisa lebih dari itu.
"Apalagi saat ini dapur tidak memasak apapun karena menunya seperti beli jadi semua ke UMKM. Lalu kemana anggaran memasak dan cuci ompreng itu? Dengan chef yang katanya digaji tinggi seharusnya kualitas makanan MBG tidak seperti itu," papar sumber tersebut.
Baca Juga: Parade Planet Hiasi Langit Solo Raya Sabtu Besok, Ada Fenomena Unik Konjungsi Bulan Dan Jupiter
Sementara itu, orang tua lainnya di Kecamatan Wonogiri Kota juga heran dengan menu MBG yang didapatkan sang anak.
"Sempat dapat kacang sangrai. Kurang matang, tanya orang tua lain, ternyata seperti itu," ungkapnya.
Menu yang didapatkan juga dinilai sangat ringan. Seperti pir, roti dan sari kacang hijau.
Pernah juga mendapatkan kacang, sale pisang dan susu.
Baca Juga: THR Pensiunan PNS 2026 Kapan Cair ke Rekening? Ini Perkiraan Jadwal dan Besarannya
"Kalau menu kering mending sepekan sekali diberi susu yang ukuran satu liter, juga buah. Daripada roti nggak dimakan," kata dia.
Sementara itu, orang tua lain di Kecamatan Purwantoro juga merasa heran atas menu MBG yang didapatkan anaknya.
Sumber itu juga mengaku masuk kategori penerima B3 (bumil, busui, balita), namun tak mendapatkan pemberitahuan menerima menu MBG dari SPPG mana.
Dia juga tak tahu yang mendapatkan jatah anaknya atau dia yang sedang menyusui.
"Nggak tahu dari SPPG mana. Kalau protes harus kemana? Tidak diberitahu juga ini untuk balita atau busui. Anak saya sudah mulai MPASI tapi dapetnya nasi, sayurnya juga tidak cocok untuk MPASI," papar dia.
Sempat juga di satu posyandu ada menu MBG berupa kentang yang dinilai sudah membusuk dan tidak jadi didistribusikan. Namun juga tak ada kompensasi pengganti kentang.
Ada orang tua juga yang kemudian menyampaikan ke petugas posyandu bahwa tak akan mengambil menu MBG lagi dan meminta dibagikan ke teman se-posyandu lainnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Wonogiri Pandri Prabowo hingga Jumat (27/2/2026) siang belum merespon permintaan wawancara yang diajukan radarsolo.jawapos.com lewat pesan WhatsApp (WA). Telepon seluler ke nomornya juga tak tersambung. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono