Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Perantau Wonogiri Diprediksi Mulai Pulang 17 Maret, Pemkab dan Polisi Siapkan Rekayasa Lalin

Iwan Adi Luhung • Rabu, 11 Maret 2026 | 15:08 WIB

Petugas Dishub Wonogiri melakukan kegiatan ramp check armada bus baru-baru ini. (FOTO: IST)
Petugas Dishub Wonogiri melakukan kegiatan ramp check armada bus baru-baru ini. (FOTO: IST)

RADARSOLO.COM– Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan jatuh pada 17 Maret 2026.

Menyongsong momentum lonjakan penumpang tersebut, serangkaian persiapan matang mulai digeber.

Salah satunya melalui inspeksi keselamatan kendaraan (ramp check) secara maraton pada armada bus angkutan di wilayah Wonogiri.

Puncak Arus pada Malam Libur Panjang

Kepala Dishub Wonogiri Waluyo menjelaskan, proyeksi tersebut didasarkan pada pola pergerakan pemudik di tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pastikan Pemudik Selamat, Satlantas Polres Klaten Gelar Ramcheck Bus di Terminal Ir. Soekarno

Di mana lonjakan volume kendaraan selalu terjadi pada malam menjelang hari libur panjang.

"Tanggal 18 Maret kan sudah masuk tanggal merah libur nasional. Jadi, kami memprediksi pada 17 Maret malam, para perantau sudah mulai bergerak dari kota-kota besar menuju Wonogiri," ujar Waluyo, Rabu (11/3/2026).

Meski demikian, Waluyo tidak menampik kemungkinan bahwa kaum boro atau perantau Wonogiri yang bekerja di sektor informal. Seperti pedagang, akan memilih pulang kampung jauh lebih awal.

Pasalnya, golongan pekerja ini memiliki fleksibilitas waktu yang tinggi dan tidak terpaku pada jadwal cuti bersama layaknya pegawai sektor formal.

Jemput Bola "Ramp Check" ke Garasi

Sebagai langkah antisipasi dini, Dishub Wonogiri saat ini tengah menggencarkan inspeksi kelaikan jalan dengan mendatangi langsung markas-markas perusahaan otobus (PO) yang beroperasi di Kota Sukses.

"Kami melakukan ramp check dengan sistem jemput bola langsung ke pool (garasi) bus. Saat ini sudah ada beberapa pool yang didatangi oleh petugas di lapangan untuk dicek kesiapannya," terang Waluyo.

Baca Juga: Makin Sering SPPG di Wonogiri yang Berhenti Beroperasi Sementara, Terbaru Terjadi SPPG PDM Kaliancar

Inspeksi menyeluruh tersebut merupakan prosedur wajib guna memastikan kondisi fisik armada benar-benar prima saat mengangkut ribuan nyawa pemudik.

Langkah mitigasi ini diklaim sangat krusial untuk meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas maupun hal-hal tak terduga lainnya di jalan raya akibat kelalaian teknis.

Siapkan Skenario Rekayasa Lalu Lintas

Selain memastikan kesiapan sarana transportasi, Dishub Wonogiri juga terus mematangkan skema pengamanan jalur mudik dengan menyiagakan personel di posko-posko terpadu yang didirikan bersama jajaran Polres Wonogiri.

Baca Juga: Sebelum Berangkat dari Jakarta, 16 Bus Mudik Gratis Karanganyar Jalani Ram Check

Terkait potensi penumpukan kendaraan di sejumlah titik rawan macet, pihaknya telah menyusun skenario rekayasa arus lalu lintas.

"Pemberlakuan rekayasa lalu lintas nantinya akan sangat bergantung pada dinamika kondisi volume kendaraan di lapangan. Tentu pelaksanaannya akan terus kami koordinasikan secara intensif dengan pihak Polres Wonogiri, terutama saat kepadatan memang mengharuskan adanya pengalihan arus," pungkas Waluyo. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#lebaran #Rekayasa Lalin #pulang kampung #ramp check #mudik #ramcek #kaum boro #Pemkab #Dishub Wonogiri #perantau wonogiri