RADARSOLO.COM – Polres Wonogiri menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di halaman mapolres setempat, Kamis (12/3/2026).
Apel ini menjadi penanda kesiapan penuh aparat keamanan dalam mengawal kelancaran arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri di wilayah hukum Kota Sukses.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo mengungkapkan, sedikitnya 350 personel gabungan diterjunkan dalam operasi akbar tahunan tersebut.
Pasukan gabungan ini terdiri atas berbagai elemen lintas sektoral. Di antaranya kepolisian, Kodim 0728/Wonogiri, serta dari Dinas Perhubungan (Dishub), satpol PP, Dinas Kesehatan, PMI, BPBD, Senkom, RAPI, hingga anggota Pramuka Saka Bhayangkara.
"Apel pasukan ini untuk memastikan kesiapan akhir, baik dari sisi personel maupun sarana prasarana pendukung, menjelang bergulirnya Operasi Ketupat Candi 2026," terang kapolres.
"Ini semua demi mewujudkan pengamanan mudik dan perayaan Idulfitri yang aman dan nyaman bagi masyarakat," lanjutnya.
Rekayasa Lalu Lintas dan Pantau Stok Pangan
Guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang masif, Operasi Ketupat Candi 2026 akan dilaksanakan secara intensif selama 13 hari kalender, terhitung mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
"Kami sudah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan selama masa arus mudik maupun balik Lebaran," imbuhnya.
Langkah konkret tersebut salah satunya adalah dengan menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional.
Keputusan pengalihan arus akan didasarkan pada hasil analisis dan laporan real-time dari petugas di lapangan.
Di luar urusan lalu lintas, aparat kepolisian juga ditugaskan untuk melakukan pengawasan ketat terhadap ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) guna menjaga stabilitas harga serta memastikan kelancaran rantai distribusi logistik.
Baca Juga: Ramcek Jelang Arus Mudik Lebaran, 32 Kendaraan Diperiksa Di Terminal Sukoharjo, Satu Telat Uji KIR
Siagakan Layanan Hotline 110
Kapolres juga menginstruksikan seluruh jajarannya di lapangan untuk aktif melakukan pengecekan kesehatan pengemudi angkutan, kelayakan kondisi kendaraan, kesiapan fungsi rambu-rambu lalu lintas, serta lampu penerangan jalan.
Petugas juga diwajibkan bersiaga penuh di titik-titik blank spot atau area rawan kecelakaan.
"Kami sangat mengimbau masyarakat maupun pemudik untuk tidak ragu memanfaatkan layanan Hotline 110 Polri sebagai sarana pengaduan cepat dan pelaporan tanggap darurat, baik yang terkait dengan gangguan kamtibmas maupun informasi kemacetan parah di jalur mudik," pesan Wahyu.
Rangkaian kegiatan apel gelar pasukan pagi itu kemudian ditutup dengan sesi inspeksi dan pemeriksaan kendaraan dinas operasional untuk memastikan seluruh armada siap mengaspal mengamankan jalannya Operasi Ketupat Candi 2026. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono