RADARSOLO.COM – Polemik tentang makan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi di Wonogiri.
Sebanyak 9 sekolah enggan menerima menu MBG karena didistribusikan setelah jam sekolah selesai, Jumat (13/3/2026).
Terlambatnya pengiriman menu MBG membuat sekolah bingung dan memilih tidak menerima pengiriman menu MBG.
Dari informasi yang dihimpun, hingga pukul 11.00, menu MBG yang seharusnya dikirimkan pihak dapur belum diterima sekolah.
Hal itu membuat guru-guru sekolah di Kecamatan Jatiroto yang menjadi sasaran MBG bingung.
Sumber radarsolo.jawapos.com mengatakan, dapur penyedia MBG yang terlambat melakukan pengiriman itu adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiroto 1 dan Jatiroto 2.
Meski demikian sebagian sasaran SPPG Jatiroto 2 sudah mendapatkan menu MBG.
Sumber itu memastikan, sekolah-sekolah yang mengalami keterlambatan pengiriman MBG tidak menolak MBG.
"Tidak menolak MBG, hanya saja itu tadi terlambat pengirimannya. Sampai pukul 11.00 belum dikirim. Kan sudah selesai (pulang sekolah) itu, tapi belum dikirim," ujar sumber tersebut.
"Sebagian ditinggal gurunya yang terlambat ini karena sudah pulang. Ada juga yang diberi tulisan di gerbang kalau tidak menerima pengiriman menu MBG di luar jam sekolah," imbuh sumber radarsolo.jawapos.com lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Wonogiri Sriyanto mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah sekolah terlambat menerima distribusi MBG.
"Itu tidak menolak, tapi terlambat pengirimannya. Dari guru menyampaikan kalau tidak bisa mengirim sampai siswa dipulangkan dikirim besok saja jadi satu untuk hari Sabtu," beber dia.
Baca Juga: Polisi Petakan Titik Lelah Tol Boyolali Berada di Rentang Km 475 hingga Km 490
Setidaknya ada 9 SD di Kecamatan Jatiroto yang sudah mengonfirmasi ke pihak dinas terlambat menerima MBG.
Sekolah itu diantaranya SDN Jatirejo 1 SDN Jatirejo 2, SDN Jayirejo 3, SDN 2 Pesido dan SDN 3 Pesido.
Selanjutnya SDN 1 Mojopuro, SDN 3 Mojopuro, SDN 1 Pingkuk dan SDN 2 Pingkuk. "Sementara itu yang sudah terdata," kata dia. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono