RADARSOLO.COM–Sejumlah sekolah di Kecamatan Jatiroto, Wonogiri memutuskan tidak menerima menu makan bergizi gratis (MBG), Jumat (13/3/2026).
Itu karena menu MBG dibagikan pasca jam sekolah selesai.
Lalu sebenarnya apa yang terjadi?
Kepala SPPG Jatiroto 1 Richard Heidy Pratama mengatakan, keterlambatan pengiriman dikarenakan menu yang akan disajikan banyak.
"Kondimen menu yang kami sediakan banyak, dan sebelumnya kami sudah mengumumkan apabila untuk pendistribusian hari ini akan memakan waktu lebih lama dari biasanya," ungkap dia.
Apa saja menu yang disiapkan pihak dapur? Heidy mengatakan ada 13 menu yang dikirimkan.
Kondimen menu itu yakni ubi ungu kukus, fla keju, tempe goreng, patin goreng, ayam ungkep, tahu ungkep, tempe ungkep, telur asin, telur rebus, kelengkeng, blewah, apel, pisang dan susu full cream.
Apakah itu menu MBG untuk satu hari?
Richard mengatakan, menu yang dikirimkan pada hari itu bukan hanya untuk jatah satu hari, melainkan paket rapel (bundling).
"Pendistribusian untuk siswa apabila yang terakhir, maka rapelannya adalah jatah hari ini (Jumat) ditambah 3 hari untuk Sabtu, Senin, dan Selasa (at cost)," paparnya.
Karena menu MBG tidak diterima sekolah, lalu bagaimana untuk klaim biayanya ke BGN?
Menanggapai hal itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Wonogiri Pandri Prabowo irit komentar.
"Ini ranahnya KPPG (Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi) mas ,tidak dengan Korwil mas," hematnya. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono