Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sriyanto Saputro Cek Waduk Pidekso, Perjuangkan Saluran Irigasi-Saluran Air Baku

Iwan Adi Luhung • Senin, 16 Maret 2026 | 16:10 WIB

Anggota DPR RI Sriyanto Saputro (kanan) bersama Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno di sela mengecek Waduk Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Senin (16/3/2026).
Anggota DPR RI Sriyanto Saputro (kanan) bersama Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno di sela mengecek Waduk Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Senin (16/3/2026).

RADARSOLO.COM - Anggota DPR RI Sriyanto Saputro bersama Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Imron Rizkyarno mengecek Waduk Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Senin (16/3/2026).

Sriyanto mengatakan bendungan itu sudah mulai dibangun sejak 2014 dengan anggaran yang dinilai fantastis di era itu. Dimana nilainya Rp 769 miliar.

Awalnya, Sriyanto hendak memantau sejauh mana proses proyek air baku dari waduk itu menuju Kecamatan Paranggupito.

Namun, dia mendapatkan curhatan dari warga soal irigasi dari waduk tersebut.

"Masyarakat setempat belum bisa memanfaatkan irigasi secara maksimal. Sebab, setelah bendungan jadi, tindaklanjutnya belum maksimal," ujar dia usai pemantauan.

Saluran irigasi itu diharapkan bisa dimanfaatkan oleh para petani.

Di tahun 2025, baru terbangun saluran sepanjang 6,8 kilometer di sisi kanan dan 5,8 kilometer di sisi kiri.

Tahun lalu anggarannya Rp 66 miliar di sisi kanan dan Rp 47 miliar untuk sisi kiri.

"Tahun ini tidak ada anggaran. Padahal masih ingin meneruskan sejauh 12 kilometer lalu 19 kilometer kanan dan kiri. Saya kaget ternyata tidak ada ploting (anggaran). Maka dari itu saya dari Komisi V DPR RI akan memperjuangkan kaitannya dengan irigasi ini," tegas Sriyanto.

Sementara itu, dia ingin memperjuangkan agar air dari Waduk Pidekso juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk wilayah Kecamatan Paranggupito.

Hal itu diakui butuh anggaran besar, dan akan dilakukan secara bertahap.

Tahun ini, imbuh dia, ada alokasi dari angaran pusat dengan nilai sekira Rp 100 miliar. Namun itu perlu dilihat di DED teknisnya seperti apa.

Baca Juga: DLH Sragen Beri Deadline PG Mojo, Limbah Blothong Harus Bersih Sebelum Lebaran

"Yang jelas tahun ini proses. Ini sudah mau proses lelang. Pemkab Wonogiri juga menyediakan lahan-lahan untuk reservoir. Totalnya ada enam titik reservoir," kata dia.

Sriyanto juga mengapresiasi hasil koordinasi yang dilakukan bersama Pemkab Wonogiri. Sebelumnya dia juga telah bertemu Bupati Wonogiri Setyo Sukarno membahas hal tersebut.

Saat proyek ini berjalan, dampaknya akan luar biasa bagi warga Kecamatan Paranggupito.

Dimana, akan ada suplai air baku yang berasal dari Waduk Pidekso. Diharapkan, itu akan terwujud dalam dua tahun anggaran.

"Syukur-syukur kalau tahun ini. Tadi saya lihat skemanya mungkin bisa sampai, tapi mungkin belum maksimal kalau tahun ini," beber Sriyanto.

Sementara itu, Wabup Wonogiri Imron Rizkyarno menyambut baik dan berterima kasih atas kedatangan Sriyanto yang turun langsung ke Waduk Pidekso.

Dimana bidang komisi Sriyanto juga bersinggungan atas keberadaan bendungan tersebut.

"Harapan dari kami, cita-cita kita bersama bisa membangun saluran irigasi dan air baku sampai Kecamatan Paranggupito. Semoga bisa cepat terealisasi sehingga bisa dimanfaatkan segera oleh masyarakat," kata dia.

Imron memaparkan, ada enam titik lahan yang disiapkan Pemkab Wonogiri untuk reservoir air baku menuju Kecamatan Paranggupito. Di setiap titik memiliki luas 1500 meter persegi. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#wabup wonogiri imron rizkyarno #saluran air baku #Waduk Pidekso #Sriyanto Saputro #pertanian #saluran irigasi #petani