RADARSOLO.COM - Maut bisa datang kapan saja dan dimana saja. Seperti yang menimpa Suratno (86).
Lansia asal Dusun Banasan RT 02/RW 11, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Wonogiri itu meninggal dunia akibat tersambar petir, Jumat (27/3/2026) sore.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat kejadian, Suratno tengah bersantai duduk di lincak (bangku bambu) tepat di bawah pohon melinjo di halaman depan rumahnya.
Camat Manyaran Toto Tri Mulyarto saat dikonfirmasi membenarkan musibah tersebut.
Baca Juga: Head to Head Panas! Ini Duel Pemain Kunci Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis Malam Ini
Ia menjelaskan bahwa insiden memilukan itu bermula saat kondisi cuaca di sekitar lokasi sedang mendung pekat.
"Korban saat itu sedang berada di halaman rumah dan sempat menyuruh salah satu saksi untuk segera mengangkat jemuran karena cuaca sudah mendung. Namun nahas, tiba-tiba petir menyambar dan langsung mengenai tubuh korban," ujar Toto menceritakan kronologi kejadian, Jumat (27/3).
Melihat kejadian tersebut, saksi yang berada di lokasi sontak berteriak histeris meminta pertolongan.
Warga sekitar pun berdatangan dan berupaya memberikan pertolongan.
Namun sayang, nyawa korban sudah tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa ini langsung dilaporkan kepada pihak berwajib. Tak berselang lama, petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Manyaran tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
Hasil pemeriksaan tim medis, terdapat luka bakar di area perut sebelah kanan yang diduga kuat sebagai dampak langsung dari sambaran petir.
Usai dilakukan pemeriksaan, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Mengingat cuaca ekstrem yang masih sering terjadi, pemerintah setempat mengimbau warga agar lebih waspada dan menghindari beraktivitas atau berteduh di bawah pohon saat cuaca mendung disertai petir. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono