Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Hadiri Grebeg Syawal, Bupati Wonogiri Ajak Warga Lestarikan Kesenian Tradisional di Tengah Arus Modernisasi

Iwan Adi Luhung • Minggu, 29 Maret 2026 | 16:41 WIB
Grebeg Syawal 1447 Hijriah bersama Komunitas Reyog Ponorogo Selowonorojo di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Sabtu (28/3/2026) malam.Grebeg Syawal 1447 Hijriah bersama Komunitas Reyog Ponorogo Selowonorojo di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Sabtu (28/3/2026) malam.

RADARSOLO.COM – Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus melestarikan seni tradisi peninggalan leluhur di tengah gempuran arus modernisasi.

Pesan mendalam tersebut ia sampaikan saat menghadiri kemeriahan pergelaran Grebeg Syawal 1447 Hijriah bersama Komunitas Reyog Ponorogo Selowonorojo di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Sabtu (28/3/2026) malam.

Bupati menegaskan bahwa keberadaan seni tradisi seperti reog saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah.

Baca Juga: Kereta Kelinci Tabrak Pemotor di Bejen Karanganyar, Satu Orang Meninggal Dunia

Tantangan terbesar muncul dari adanya pergeseran budaya masyarakat yang dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi dan gaya hidup modern.

Oleh karena itu, Setyo menilai sangat dibutuhkan komitmen yang kuat dan bersinambungan dari semua pihak untuk menjaga agar warisan budaya tersebut tidak tergerus oleh zaman.

Setyo menyambut sangat positif pelaksanaan Grebeg Syawal yang diinisiasi oleh Komunitas Reyog Selowonorojo beserta berbagai kelompok pendukung lainnya.

Menurut orang nomor satu di jajaran Pemkab Wonogiri tersebut, kegiatan semacam ini merupakan wujud nyata dari upaya pelestarian budaya.

Sekaligus menjadi sarana edukasi yang efektif untuk memperkenalkan keindahan seni tradisi kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Ia sangat berharap kemeriahan acara ini mampu menginspirasi seluruh elemen warga untuk turut andil merawat potensi seni tradisi yang ada di Kabupaten Wonogiri.

Baca Juga: Masih Memakai Popok, Bocah Berusiah 8 Tahun Warga Kebakkramat Karanganyar Dilaporkan Hilang

Lebih dari sekadar tontonan hiburan dan pelestarian budaya, pementasan reog massal ini juga dinilai membawa dampak berganda bagi perekonomian warga sekitar.

Kegiatan yang mengundang kerumunan massa di ruang publik seperti ini diyakini mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif serta memberikan ruang bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk mendulang rezeki di momen pasca-Lebaran.

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan Grebeg Syawal 1447 Hijriah.

Ia berharap energi positif dari perayaan budaya tersebut dapat semakin mempererat kerukunan warga sekaligus menjadi penyemangat dalam mewujudkan Kabupaten Wonogiri yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#reog #kesenian tradisional #grebeg syawal #bupati wonogiri setyo sukarno