RADARSOLO.COM– Sosok Apriyan (32), warga Lingkungan Sawit RT 02/RW 06, Kelurahan Gemawang, Kecamatan Girimarto yang ditemukan tak bernyawa di sebuah kebun pada Kamis (2/4/2026), dikenal sebagai pribadi yang tertutup oleh keluarganya.
Meski demikian, bapak satu anak tersebut dikenal selalu menyempatkan diri untuk membaur dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di lingkungan tempat tinggalnya.
Sosok Tertutup namun Aktif Bermasyarakat
Ernawati, saudara ipar korban, menuturkan bahwa sehari-hari Apriyan bekerja sebagai buruh pembuat genteng di wilayah setempat.
Sepulang bekerja pada sore hari, korban biasanya langsung masuk untuk beristirahat di dalam kamarnya.
"Istrinya asli sini, kalau almarhum aslinya dari Janti (Dusun Janti, Desa Girimarto). Anaknya satu," ungkap Ernawati.
Menurutnya, Apriyan memang memiliki kepribadian yang agak tertutup.
Selama ini, korban juga tidak pernah menceritakan atau mengeluh apakah dirinya sedang menghadapi masalah tertentu kepada pihak keluarga.
Di sisi lain, Ketua RW setempat, Tarmin, menjelaskan bahwa meski Apriyan berstatus sebagai warga pendatang, ia dipandang cukup aktif membaur di tengah masyarakat.
"Di sini kan sering ada pengajian setiap malam Jumat, almarhum sering ikut. Kegiatan sosial yang lain juga kerap ia ikuti," kata Tarmin.
Temuan Pisau, Jejak Darah, dan Sandal
Sementara itu, desas-desus terkait penyebab kematian korban mulai berembus di kalangan warga.
Opini masyarakat terbelah; ada yang mencurigai Apriyan menjadi korban pembunuhan, namun ada pula yang menduga bahwa korban nekat mengakhiri hidupnya sendiri.
Dari penuturan warga sekitar, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hernia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, berikut adalah sejumlah temuan mencurigakan di lokasi kejadian (TKP):
- Lokasi Temuan: Jenazah ditemukan di sebuah kebun yang berada di belakang rumah keluarganya (berjarak sekitar 50 meter dari tempat tinggal korban).
- Luka Korban: Terdapat luka berupa tusukan dan sayatan pada bagian leher korban.
- Penemuan Senjata Tajam: Ditemukan sebuah pisau tak jauh dari lokasi jenazah tergeletak, yang diduga kuat berkaitan dengan luka fatal pada tubuh korban.
- Jejak Darah dan Sandal: Terdapat ceceran darah di sekitar lokasi penemuan korban.
Anehnya, sandal milik korban ditemukan tersusun rapi di belakang rumah keluarganya sebelum menuju area kebun tersebut.
Baca Juga: Tiga Kades PAW di Sragen Dilantik, Bupati Dorong Langsung Tancap Gas
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap tabir misteri kematian buruh pembuatan genting tersebut.
Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi lebih jauh mengenai kasus ini sebelum adanya keterangan resmi dari kepolisian. (al)
Sumber : Radarsolo.jawapos.com