Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dihadiri Turis Singapura hingga Uskup Agung Semarang, Ini Pesan Mendalam Jalan Salib di Wonogiri

Iwan Adi Luhung • Jumat, 3 April 2026 | 13:19 WIB
Prosesi visualisasi Jalan Salib di kawasan Gunung Gandul Wonogiri, Jumat (3/4/2026). Lewat kegiatan tersebut, umat diajak menghayati setiap pengorbanan Yesus Kristus. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)Prosesi visualisasi Jalan Salib di kawasan Gunung Gandul Wonogiri, Jumat (3/4/2026). Lewat kegiatan tersebut, umat diajak menghayati setiap pengorbanan Yesus Kristus. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM- Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri menggelar prosesi visualisasi Jalan Salib di kawasan Gunung Gandul, Jumat (3/4/2026).

Ratusan umat Katolik tampak khidmat menghayati setiap rangkaian perenungan atas pengorbanan Yesus Kristus tersebut.

Berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, peragaan visualisasi kali ini dikonsep lebih ringkas namun tetap terfokus.

Baca Juga: Detik-detik Menegangkan Atap SDN 2 Sribit Klaten Ambruk, Guru Sempat Dengar Suara Retakan Kayu

Adegan teatrikal hanya dilakukan di dua titik utama, yakni di area kaki Gunung Gandul yang menggambarkan peristiwa penangkapan Yesus di Taman Getsemani, serta di area mendekati puncak gunung yang merepresentasikan prosesi penyaliban Yesus di Bukit Golgota.

Apresiasi Uskup Keuskupan Agung Semarang

Hadir di awal acara, Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko (Romo Ruby) memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Jalan Salib di Gunung Gandul.

Menurutnya, agenda tahunan tersebut menjadi momentum yang sangat baik untuk menebalkan iman umat.

Terlebih, pesertanya tidak hanya datang dari wilayah Wonogiri, tetapi juga dari luar daerah, bahkan hingga menarik perhatian turis asal Singapura.

"Akhirnya terealisasi (bisa melihat langsung), sebelumnya hanya dengar-dengar saja. Penderitaan mengorbankan diri memakai kayu salib hanya demi keselamatan kita. Maka kita bermohon agar Jalan Salib ini membantu kita menghayati Kristus sebagai juru selamat kita," ungkap Romo Ruby.

Pesan Pertobatan dan Konsep Perjalanan Hening

Sementara itu, Vikaris Paroki Gereja Santo Yohanes Rasul Wonogiri Heribertus Budi Purwantoro Pr. (Romo Budi) menyatakan, prosesi ini diharapkan mampu membuat umat lebih merasakan besarnya pengorbanan nyawa Yesus Kristus.

Baca Juga: Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Mayat Bayi yang Dikubur Separo Badan di Cepogo Boyolali

Ia menjelaskan, tema khusus yang diangkat pada tahun ini menyoroti kisah penjahat yang bertobat di kayu salib, hingga akhirnya turut dibawa ke Firdaus.

"Pesannya adalah, meskipun kita kadang jatuh bangun dalam dosa, pada titik di mana kita sungguh-sungguh bertobat dan percaya, kita akan selamat," pesan Romo Budi.

Terkait perubahan teknis peragaan yang difokuskan hanya pada dua titik, Romo Budi mengamini bahwa hal itu dilakukan sebagai bentuk variasi agar perenungan umat lebih mendalam.

Baca Juga: Ratusan Personel Gabungan Amankan Ibadah Paskah di 53 Gereja di Sukoharjo

Setelah menyaksikan adegan pokok di area bawah, selama menempuh perjalanan menuju puncak, umat dikelompokkan dan didampingi secara khusus oleh para prodiakon.

"Dalam perjalanan tersebut, kita merancang agar umat berjalan sambil berdoa dan mendengarkan renungan. Dengan begitu, prosesi perjalanan menjadi jauh lebih hening dan maknanya lebih merasuk ke dalam hati," tutup Romo Budi. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#jalan salib di wonogiri #gunung gandul #Paskah